Review Honor Robot Phone, Gimbal Terintegrasi, Teknologi Warna ARRI, dan AI YOYO Pro

Honor Robot Phone. (Foto: Gizmochina)

Sukoharjonews.com – Setelah berbulan-bulan diwarnai bocoran dan spekulasi, Honor akhirnya meresmikan ponsel pintar robotiknya. Diperkenalkan hari ini dalam acara peluncuran global di Guangzhou, China, Honor Robot Phone benar-benar merupakan perangkat nyata yang diproduksi secara massal—dan pemesanan awal (pre-order) sudah dibuka di China.

Dilansir dari Gizmochina, Rabu 919/8/2026), banyak pihak sempat menganggapnya hanya sebagai konsep yang tidak akan pernah terwujud, namun Honor membuktikan bahwa keraguan tersebut keliru. Fitur unggulan ponsel ini adalah gimbal mekanis titanium 4-DoF (empat derajat kebebasan) yang terintegrasi penuh langsung ke dalam bodi ponsel—sebuah terobosan pertama untuk ponsel pintar arus utama.

Pengalaman Uji Coba: Perangkat Keras Gimbal – Kecil namun Tangguh
Motor gimbal ini hanya berbobot 2,6 gram—65% lebih kecil dibandingkan gimbal konvensional—namun Honor mengklaim kinerjanya 200% lebih kuat. Lebih dari 100 komponen presisi tersemat dalam mekanisme ini, dan sebagian besarnya dipamerkan di lokasi peluncuran. Kamera dapat berputar, miring (tilt), dan melacak objek secara fisik dengan kecepatan hingga 360 derajat per detik, yang sekilas mengingatkan kita pada versi lebih kecil dan dapat dilipat dari DJI OSMO Pocket 3.

Untuk melindungi gimbal yang sensitif tersebut, Honor menambahkan penutup geser transparan di permukaannya. Menariknya, penutup ini dapat digeser ke arah kamera standar, sehingga memungkinkan penggunaan aksesori filter pihak ketiga—seperti filter NV, misalnya. Gimbal hanya beroperasi saat ponsel dalam posisi terbuka, dan aplikasi Kamera akan memberikan notifikasi kepada pengguna jika ada masalah. Meskipun terbuat dari titanium, ketahanannya masih menjadi tanda tanya—satu kali jatuh saja bisa berakibat pada biaya perbaikan yang mahal.

Selama sesi uji coba singkat kami, mekanisme ini terasa halus dan responsif. Berkat chipset ponsel yang bertenaga, pelacakan objek berlangsung sangat cepat dan akurat. Stabilisasi gambarnya jelas melampaui kemampuan ponsel pintar konvensional—perbandingan langsung dengan ponsel biasa membuat perbedaannya terlihat sangat nyata. Kami mengekspor klip demo yang direkam langsung menggunakan ponsel robot ini; rentang dinamis (dynamic range) dan stabilitas hasil rekamannya benar-benar mengesankan.

Honor Robot Phone. (Foto: Gizmochina)

AI Terintegrasi Fisik (Embodied AI) dan Ekstensibilitas
Honor juga memamerkan kemampuan AI “embodied” (terintegrasi fisik) ponsel ini, yang memosisikan perangkat tersebut sebagai “otak” dan “mata” bagi berbagai perangkat tambahan fisik. Melalui asisten YOYO, pengguna dapat memberikan perintah suara atau menggunakan joystick untuk membuat ponsel tersebut berjalan atau menari. Meskipun perangkat aksesori ini belum diproduksi secara massal, Honor berkomitmen untuk menjadikannya *open-source*, sehingga memungkinkan para penggemar untuk mencetak sendiri perangkat tambahan tersebut menggunakan teknologi cetak 3D.

Kemitraan dengan ARRI dan Sains Warna
Salah satu sorotan utama acara ini adalah kemitraan Honor dengan ARRI, perusahaan kamera sinema legendaris. Bersama-sama, mereka menghadirkan sains warna khas ARRI yang ternama ke dalam ponsel robot ini, termasuk perekaman ARRI LogC3 10-bit dengan rentang dinamis 14-stop dan 11 profil warna (Look) bawaan ARRI. Ini bukan sekadar gimik; Honor memosisikan perangkat ini sebagai alat yang serius bagi para pembuat konten. Kemitraan ini akan berlanjut ke seri Magic 9 mendatang, yang menjanjikan peningkatan kualitas gambar setara sinema di seluruh lini produk tersebut.

Honor Robot Phone. (Foto: Gizmochina)

YOYO Pro: AI yang Mampu Menjalankan Lebih dari 100 Langkah
Perangkat keras hanyalah sebagian dari keseluruhan cerita. Kecerdasan sesungguhnya berasal dari mode YOYO Pro, yang ditenagai oleh model bahasa besar (LLM) Qianwen milik Alibaba. Honor telah menggratiskan layanan YOYO pada ponsel robot ini seumur hidup. Hal yang sungguh mengesankan adalah kemampuan YOYO untuk menjalankan tugas kompleks yang melibatkan lebih dari 100 langkah hanya dengan satu kalimat perintah—baik lintas aplikasi maupun lintas ekosistem, semuanya dapat dilakukan dengan mudah. ​​

Namun, ada satu catatan: fungsionalitas ini saat ini terbatas pada versi Tiongkok, dan Honor telah mengonfirmasi bahwa tidak akan ada versi global untuk ponsel robot generasi pertama ini.

Honor Robot Phone. (Foto: Gizmochina)

Harga
Honor secara tegas menempatkan ponsel robot ini di segmen premium. Perangkat ini hadir dalam dua konfigurasi: RAM 12GB + penyimpanan 512GB dengan harga CNY 9.999 atau sekitar Rp26,4 jutaan, dan varian kelas atas dengan RAM 16GB + penyimpanan 1TB seharga CNY 12.999 atau sekitar Rp34,3 jutaan. Perlu dicatat bahwa perkiraan awal pasar sempat memprediksi harga bisa melampaui CNY 15.000 atau Rp39,6 jutaan, mengingat biaya produksi mekanisme gimbal 4D yang dikembangkan sendiri. Pada akhirnya, harga jual resminya ternyata jauh lebih rendah daripada perkiraan tersebut.

Pemesanan awal (pre-order) dibuka pada 12 Agustus dengan penjualan perdana resmi dimulai pada 18 Agustus di toko resmi Honor maupun gerai ritel. Ponsel ini tersedia dalam dua pilihan warna: Star Track Silver dan Moon Shadow Gray.

Honor Robot Phone. (Foto: Gizmochina)

Kabar buruknya? Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Honor mengonfirmasi bahwa tidak akan ada versi global untuk “Robot Phone” generasi pertama ini. Untuk saat ini, perangkat ini hanya tersedia secara eksklusif di China. Pembaca internasional yang tertarik untuk mendapatkannya lebih awal dapat memeriksa ketersediaannya melalui GeekWills.

Kesimpulan
Honor Robot Phone memang jauh dari kata sempurna, namun kita patut mengapresiasi ambisi di baliknya. Mewujudkan konsep yang begitu berani menjadi produk nyata yang siap dipasarkan bukanlah hal yang mudah. ​​Ini adalah perangkat generasi pertama dalam kategori yang benar-benar baru, dan berdasarkan pengalaman awal kami saat mencobanya langsung, perangkat ini sungguh mengesankan. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar