Rencana Pembangunan Giant Sea Wall Jateng, Total Panjang Capai 274,7 Kilometer

banner 468x60
Kepala Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ), Didit Herdiawan Asha, saat audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. (Foto: Pemprov Jateng)

Sukoharjonews.com (Semarang) — Rencana pembangunan Giant Sea Wall (tanggul laut) di wilayah pantura Jawa Tengah terus dimatangkan. Tanggul laut tersebut direncanakan mencapai 274,7 kilometer. Pembangunan tanggul laut itu merupakan terpanjang di pantura Pulau Jawa.

“Pembangunan tol laut di Jawa Tengah ini paling panjang, dengan rob yang paling banyak juga tentunya,” kata Kepala Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ), Didit Herdiawan Asha, saat audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dikutip dari laman Pemprov Jateng, Kamis (5/3/2026).

Rencana pembangunan itu, lanjut Didit, membentang dari wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Pati, dan Rembang.

Dia menjelaskan, urgensi dari pembangunan tanggul laut di sepanjang Pantura Jawa tersebut antara lain unuk menekan penurunan muka tanah (land subsidence), mitigasi risiko dampak bencana hidrometeorologi dan krisis air, serta meminimalisasi potensi kerugian ekonomi masyarakat Pantura.

Tahap pertama, jelas Didit, pembangunan Giant Sea Wall di Pantura Jawa Tengah akan dilakukan di wilayah Semarang dan sekitarnya. Mulai dari Kendal, Semarang, dan Demak, dengan panjang kurang lebih 33,5 kilometer. Secara detail nanti akan dibahas antara tim BOPPJ dengan tim dari pemerintah daerah setempat, termasuk Pemprov Jateng beserta perguruan tinggi yang terlibat.

Tahap berikutnya adalah tanggul Laut Brebes-Tegal-Pemalang-Pekalongan, dengan panjang sekitar 105 kilometer. Kemudian Pati-Rembang sekitar 74,3 kilometer.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, menyambut baik rencana pembangunan Giant Sea Wall di wilayah Pantura Jawa tersebut. Menurutnya, Jawa Tengah memiliki tipologi dengan risiko bencana rob, banjir, dan tanah longsor. Selain itu, penurunan muka tanah di Jawa Tengah setiap tahunnya berkisar antara 8-11 cm.

Dia menyampaikan, pembangunan tersebut harus terintegrasi dengan konsep tol laut yang ada di Kota Semarang

“Giant Sea Wall ini yang selalu kita tunggu-tunggu, untuk menyelesaikan masalah rob,” ujarnya.

Sebagai informasi, pertemuan tersebut untuk membahas rencana pembangunan tanggul laut di Pantai Utara Jawa, sebagai solusi penanganan banjur rob di kawasan Pantura. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *