Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Wacara jalan tol lingkar selatan Solo yang melintas di tiga kabupaten, yakni Karanganyar, Sukoharjo, dan Kabupaten Klaten tengah jadi perbincangan. Rencana yang digulirkan Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka tersebut mendapat tanggapan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani yang menyatakan keberatan jika berstatus jalan tol.
“Bukannya menolak, tapi keberatan jika tol. Lebih baik jalar lingkar atau sejenisnya, yang jelas bukan tol,” tandas Etik usai acara pelantikan PPK Pemilu 2024 di Hotel Tosan, Solo Baru, Rabu (4/1/2023).
Dikatakan Etik, jika jalan tol dikhawatirkan justru membuat masyarakat Sukoharjo yang jadi korban karena perekonomian akan mati. Beda halnya jika berbentuk jalan lingkar dan sejenisnya yang bisa diakses masyarakat.
“Kalau jalan lingkar kan bisa diakses masyarakat, saya malah lebih sepakat kalau jalan lingkar karena bisa mengangkat ekonomi masyarakat,” kata Etik.
Menurutnya, terkait rencana itu diperkiraakan melintasi tujuh kecamatan. Di jalur yang direncanakan, Bupati mengaku banyak gedung Sekolah Dasar (SD) yang akan jadi korban. Selain itu, banyak juga lahan hijau yang kan terkena.
Bupati mengaku, saat ini belum ada koordinasi lintas daerah untuk membahas rencana tersebut. Yang jelas, Etik mengaku keberatan jika dibangun jalan tol. Etik kembali menyatakan lebih setuju jika berbentuk jalan lingkar.
Hal senada diungkapkan Sekda Sukoharjo, Widodo, yang mengaku belum ada pembicaraan leih lanjut terkait rencana itu. Hanya saja, Widodo juga mengaku akan banyak SD yang terkena jika jalan tersebut direalisasikan.
“Kalau jumlahnya belum dipastikan karena wilayah mana saja yang akan dilewati juga belum pasti karena belum ada koordinasi,” ujarnya. (nano)
Tinggalkan Komentar