Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Sukoharjo secara agresif melakukan rapid test corona. Saat ini, pelaksanaan rapid test sudah dilakukan pada 2.830 orang dengan sasaran tenaga keseatan, orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), orang tanpa gejala (OTG) dan masyarakat umum di tempat-tempat keramaian. Sasaran berikutnya untuk pelaksanaan rapid test adalah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD, Kepala OPD, dan Kepala Bagian Setda.
“Agenda rapid test selanjutnya pada pejabat Forkopimda, anggota DPRD dan pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo. Rencananya dilakukan pada 17 Juni besok di Menara Wijaya Lantai 10,” ujar Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, Selasa (16/6/2020).
Selain rapid pada pejabata, gugus tugas juga mengagendakan melakukan rapid test pada anggota TP PKK Sukoharjo yang direncanakan pada 18 Juni nanti. Kegiatan rapid test sendiri dalam rangka melacak penyebaran virus dan memutus rantai penularan. Terkait rapid test pada 2.830 orang yang telah dilakukan, Yunia mengaku dilakukan dalam beberapa tahap. Dalam rapid test terakhir di pasar dan pusat perbelanjaan, ditemukan satu orang yang positif, yakni pedagang pasar Bekonang.
Seperti diketahui, saat ini kasus positif corona secara akumulasi di Sukoharjo sudah sebanyak 77 orang. Jumlah tersebut tersebar di sembilan kecamatan, yakni Kecamatan Grogol 31 orang, Mojolaban 14 orang, Kartasura 13 orang, Baki sembilan orang, Nguter lima orang, Bendosari dua orang, Sukoharjo, Polokarto dan Bulu masing-masing satu orang.
Dari 77 kasus positif tersebut, sebanyak 50 orang sudah sembuh dan empat orang meninggal dunia. Sehingga, jika dikurangi kasus positif sembuh dan meninggal dunia, saat ini kasus positif corona di Sukoharjo tinggal 23 orang. Dari 23 orang kasus positif yang tersisa, sebanyak 17 orang menjalani isolasi baik mandiri maupun di rumah sehat serta enam rawat inap di rumah sakit. (erlano putra)
Tinggalkan Komentar