Sambut Sumpah Pemuda, Mahasiswa Aksi Baca Puisi

Pensiunan guru Eyang Sumarno bersama belasan mahasiswa Univet Bantara Sukoharjo membaca puisi bersama-sama di Monumen Perjuangan Simpang Lima, Jumat (27/10).

Sukoharjonews.com – Belasan mahasiswa Universitas Veteran (Univet) Bantara Sukoharjo menggelar aksi baca puisi di Monumen Perjuangan Simpang Lima, Jumat (27/10). Aksi tersebut dilakukan untuk menyambut Hari Sumpah Pemuda. Dalam kesempatan itu juga dibagi-bagikan buku kumpulan cerpen dan cerkak oleh pensiuan guru HD Sumarno.

“Aksi ini memang sengaja kami gelar untuk menyambut datangnya Hari Sumpah Pemuda. Selain itu, juga ada aksi bagi-bagi buku oleh Eyang Sumarno,” ujar salah satu mahasiswa Catur Hari Mukti.

Mahasiswa semester 5 Jurusan Bahasa Indonesia tersebut mengatakan, sebagai generasi muda harus senantiasa mencontoh semangat para pahlawan perjuangan. Termasuk pahlawan tanpa tanda jasa, yakni guru. Semangat Eyang Sumarno yang merupakan pensiunan guru patut dicontoh karena diusia yang tidak muda lagi tetap memiliki semangat tinggi.

“Apa yang dilakukan Eyang Sumarno mengumpulkan cerpen dan cerkak patut dicontoh. Terlebih lagi, karyanya disumbangkan untuk kepentingan pendidikan di SMP dan juga SMA,” terangnya.

Catur menilai, apa yang dilakukan Eyang Sumarno menginspirasi dirinya untuk terus menulis. Catur sendiri mengaku memiliki hoby menulis sehingga apa yang dilakukan Eyang Sumarno memacu semangat dirinya dan teman-temannya untuk berkarya. Dengan harapan, karyanya nanti dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Pensiunan guru HD Sumarno mengaku, buku kumpulan cerpen dan cerkak yang dibuatnya akan disumbangkan untuk SMP dan juga SMP. Dengan harapan, buku yang dia buat tersebut dapat bermanfaat bagi generasi penerus, khususnya untuk pelajar. Rencananya, buku tersebut akan disumbangkan untuk sekolah negeri maupun swasta.

“Jadi, buku tersebut berisi cerpen maupun cerkak yang saya kumpulkan atau saya tulis sendiri,” ujarnya.

Sumarno mengaku, cerpan dan cerkak yang dia tuangkan dalam buku tersebut dia kumpulkan dalam waktu dua tahun, yakni tahun 2010-2011. Buku itu sendiri terdiri dari 567 halaman dan terdiri dari 78 judul cerpan dan cerkak. Sumarno sendiri mengaku pensiun dari profesi guru tahun 2001.

“Jadi, buku ini tidak saya jual belikan. Tapi, sebagai kenang-kenangan untuk perpustakaan sekolah. Baik tingkat SMP maupun SMA,” ujarnya. (erlano putra)

 

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *