by

Musim Hujan Tiba, Polres Gelar Pelatihan Penanganan Bencana di Waduk Mulur

Musim Hujan Tiba, Polres Gelar Pelatihan Penanganan Bencana di Waduk Mulur
Rate this post

Polres Sukoharjo menggelar pelatihan penanganan bencana alam di Waduk Mulur. Rencananya, pelatihan digelar tiga hari, 5-7 Desember 2018.

Sukoharjonews.com (Bendosari) – Musim hujan sudah tiba. Musim hujan biasanya disertai dengan datangnya bencana alam utamanya banjir. Untuk itu, Polres Sukoharjo menggelar pelatihan penanganan bencana alam. Pelatihan dilakukan di kompleks Waduk Mulur, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo. Rencananya, kegiatan pelatihan tersebut akan digelar selama tiga hari, 5-7 Desember. Pelatihan sendiri selain teori juga simulasi penanganan bencana.



“Dalam pelatihan ini ada materi teori dan juga praktek dan diakhiri dengan simulasi penanganan bencana air dan darat,” jelas Kasat Sabhara Polres Sukoharjo AKP Thourakhman, Rabu (5/12).

Menurutnya, dengan pelatihan tersebut diharapkan ada kesamaan persepsi antara aggota Polri, TNI dan organisasi kemasyarakat di Sukoharjo saat muncul bencana alam. Rakhman juga mengatakan, latihan skill penanggulangan bencana merupakan agenda rutin Polres Sukoharjo tiap tahun. Materi pelatihan sendiri antara lain tentang pertolongan pertama pada korban bencana alam baik banjir atau tanah longsor, pertolongan pertama pada korban tenggelam, SAR darat dan pendirian tenda pengungsi.

Sedangkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto dalam kesempatan itu mengapresiasi kegiatan pelatihan yang digelar oleh Polres tersebut. Menurutnya, ketika terjadi bencana alam di Sukoharjo, BPBD akan bersinergi dengan instansi terkait dan lintas sektoral. Termasuk dengan Polres yang senantiasa menyiapkan anggotanya dalam hal penanganan bencana alam.

“Penanganan bencana alam tidak bisa hanya dilakukan oleh BPBD. Tapi sesuai tugas dan fungsi. Contoh untuk kesehatan pasti melibatkan Dinas Kesehatan dan RSUD, dan lainnya,” ujarnya.

Maryanto menambahkan, ketika terjadi bencana alam, masyarakat harus tanggap dan tangguh dalam menghadapinya. Maryanto juga mengatakan, selama ini penanganan bencana alam di Sukoharjo sudah bersinergi dengan instansi terkait lainnya. Menurutnya, untuk Sukoharjo sendiri potensi bencana alam yang rawan terjadi adalah banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor. (erlano putra)

Share:

Facebook Comments

News Feed