by

Cegah Sejak Dini Potensi Kekerasan Terhadap Anak

Cegah Sejak Dini Potensi Kekerasan Terhadap Anak
Rate this post

Ketua TP PKK Sukoharjo Etik Suryani ketika membuka acara Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak, Kamis (8/11).

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Potensi kekerasan terhadap anak bisa muncul kapan saja. Dalam rangka mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak tersebut, Dinas Pengendalian Penduduk, KB dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Sukoharjo menyelenggarakan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak Tahun 2018, pada Kamis (8/11) di Gedung Darma Bhakti Wijaya Kabupaten Sukoharjo. Peserta sosialisasi tersebut adalah kader PKK di tingkat kecamatan, kelurahan dan desa binaan.



Kepala DPPKBP3A Kabupaten Sukoharjo Proboningsih Dwi Danarti menyampaikan, maksud diadakannya kegiatan tersebut agar peserta dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pencegahan penanggulangan terjadinya kekerasan terhadap anak. “Dengan kegiatan ini, ibu-ibu selaku kader PKK diharapkan memahami dan mampu mencegah terjadinya kekerasan pada anak,” ujar Probo.

Sedangkan Ketua TP PKK Sukoharjo Etik Suryani memberikan apresiasi yang tinggi kepada peserta karena telah menyempatkan waktu untuk mengikuti sosialisasi. Dikatakan Etik, anak adalah anugerah yang berhak dilindungi dan didampingi dalam keadaan apapun. Menurutnya, sebagai orang tua wajib memberikan kepada anak hal yang terbaik, agar menjadi anak hebat dan cerdas. Karena tanpa disadari, banyak kekerasan terhadap anak terjadi di lingkungan sendiri.

Dikatakan Etik, ada tiga faktor yang mempengaruhi terjadinya kekerasan terhadap anak. Yakni, faktor ekonomi yang tidak stabil, faktor kegagalan rumah tangga (broken home) serta faktor kurang siapnya pasangan saat menikah. Karena itu, pendampingan terhadap anak yang sering kali menjadi korban harus terus dilakukan.

“Anak adalah harta yang tidak ternilai, karena itu jangan sampai terjadi kekerasan terhadap anak-anak kita. Tanggung jawab terhadap anak adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya orang tua tapi juga masyarakat dan pemerintah,” paparnya.

Diharapkan, dengan sosilisasi tersebut peserta dapat membagiakan ilmunya kepada masyarakat luas, sehingga dapat mengurangi/menghindarkan segala bentuk gangguan/ancaman kekerasan yang menimpa anak. Dengan demikian, hak anak bebas dari ancaman, hak anak untuk tumbuh dan berkembang sesuai bakat dan kemampuannya, dapat terpenuhi. (erlano putra)



Share:

Facebook Comments

News Feed