Baru Akan Dicor, Rangka Jembatan di Jatingarang Weru Malah Hanyut

Baru Akan Dicor, Rangka Jembatan di Jatingarang Weru Malah Hanyut
5 (100%) 2 votes

Masyarakat mendatangi lokasi proyek jembatan setelah kerangka jembatan di Dukuh Gaden, Desa Jatingarang, Weru hanyut diterjang banjir, Rabu (14/11).

Sukoharjonews.com (Weru) – Apes benar yang dialami oleh pelaksana proyek jembatan di Dukuh Gaden, Desa Jatingarang, Weru. Pasalnya, kerangka jembatan yang dipasang dalam proyek tersebut malah hanyut diterjang derasnya arus sungai pada Rabu (14/11) sore sekitar pukul 15.30 WIB. Padahal, pelaksana proyek akan melakukan pengecoran begitu kerangka jembatan selesai dipasang. Hanyutnya kerangka jembatan tersebut membuat akses jembatan ditutup.



Kades Jatingarang Slamet Riyadi mengaku jembatan tersebut merupakan proyek Pemprov Jateng. Setelah kejadian penyangga jembatan hanyut diterjang derasnya air sungai, warga berinisiatif menutup akses ke jembatan karena khawatir menimbulkan kecelakaan. Untuk sepeda motor dan kendaraan kecil bisa melintas jalan kampung, sedangkan minibus dan bus harus melalui jalur memutar melalui Watukelir.

Dikatakan Slamet, warga sekitar sejak Rabu sore bekerja bakti menyingkirkan puing-puing bangunan dan pengalihan arus lalu lintas hingga Rabu malam. “Seharusnya jemnbatan tersebut direncanakan akan diresmikan pada 13 Desember mendatang,” ujarnya, Kamis (15/11).

Kapolsek Weru AKP Muhammad Busro menyatakan, dirinya dan personel Polsek Weru turun ke lapangan sejak dilapori warga. Menurutnya, jembatan berlokasi di Dukuh Gaden, Desa Jatingarang, Kecamatan Weru. Panjang jembatan sekitar 10 meter dan lebar sekitar delapan meter. Rangka jembatan siap cor hanyut terbawa arus sungai.

M Busro mengatakan, rangka jembatan yang hanyut berukuran panjang 10 meter dan lebar 4,5 meter. Jembatan tersebut menghubungkan antara Watukelir, Kecamatan Weru dengan wilayah Cawas, Kabupaten Klaten. Lebih lanjut menurut Kapolsek, jembatan itu sendiri dibangun sejak Mei 2018. Pembangunan jembatan dilakukan dengan konsep separuh-separuh, artinya separuh dikerjakan sedangkan separuh lagi untuk jalan kendaraan.

“Karena banjir, separuh jalan yang biasa dilalui kendaraan retak-retak di beberapa bagian sehingga tidak bisa dilalui,” ujarnya. (erlano putra)



Share:

Facebook Comments

News Feed