Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Kekhawatiran Pemkab Sukoharjo akan proyek pembangunan gedung pertemuan di timur alun-alun terbukti. Pasalnya, proyek tersebut dipastikan tidak selesai sesuai kontrak yang habis per 28 Desember 2021 ini. Bahkan, saat ini pembangunan proyek senilai Rp44,622 miliar tersebut masih jauh dari kata selesai karena masih dibawah 50%.
“Sejak awal memang sudah diragukan proyek akan selesai tepat waktu. Kontraktor harus mendapat sanksi tegas,” tandas Pegiat LSM Sukoharjo, Joko Cahyono, Selasa (28/12/2021).
Joko mengatakan, dari informasi yang dia dapatkan, saat ini pembangunan proyek masih di bawah 50%. Seharusnya, ujar Joko, sesuai kontrak proyek tersebut harus selesai pada 28 Desember ini. Namun, saat ini proyek masih jauh dari harapan.
Seperti diketahui, proyek pembangunan gedung pertemuan tersebut dikerjakan oleh PT Chimarder 777 dari Semarang. Sesuai kontrak, proyek pembangunan gedung pertemuan tersebut dikerjakan selama 145 hari terhitung mulai 5 Agustus hingga 28 Desember 2021. Nilai kontrak pembangunan gedung sebesar Rp44,622 miliar.
Gedung pertemuan tersebut dibangun dengan kapasitas hingga 2.500 orang. Sesuai “detailed engineering design” (DED), total lahan yang akan digunakan seluas 11.169 meter persegi dan bangunan gedung seluas 6.550 meter persegi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat ini capaian proyek itu baru diangka 38%. Atas hal itu Pemkab Sukoharjo akan melakukan rapat untuk mengambil langkah. Apakah akan memperpanjang waktu pengerjaan atau mengambil langkah yang lain. (erlano putra)
Tinggalkan Komentar