Mangkubumen Wetan, Kecamatan Banjarsari, Solo. (Foto: Ist)
Sukoharjonews.com (Solo) – Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tergabung dalam Program Hibah Asistensi Mengajar mengembangkan inovasi media pembelajaran berbasis digital bertajuk Digital Cultural Maps. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri Mangkubumen Wetan, Kecamatan Banjarsari, Solo.
Dalam keterangan tertulis, Rabu (7/1/2026), program inovasi tersebut bertujuan untuk memudahkan peserta didik sekolah dasar dalam mengenal dan memahami keberagaman budaya dari seluruh provinsi di Indonesia secara lebih komprehensif dan menarik.
Digital Cultural Maps merupakan peta budaya digital yang dirancang untuk menyajikan berbagai informasi kebudayaan daerah di Indonesia. Media ini memuat beragam unsur budaya, seperti rumah adat, pakaian tradisional, makanan khas daerah, tarian tradisional, hingga kearifan lokal yang berkembang di masing-masing provinsi. Seluruh konten disajikan dalam bentuk visual dan dilengkapi dengan gambar pendukung, sehingga membantu siswa memahami karakteristik budaya setiap daerah secara lebih konkret.
Tim perancang Digital Cultural Maps terdiri dari mahasiswa semester lima Program Hibah Asistensi Mengajar PGSD UNS, yaitu: Afifah Dira Istiana, Angelika Nalya Justine, Aniya Novita Rahmadhani, Aulia Putri Maharani, dan Dina Rosida.
“Pengembangan Digital Cultural Maps dilatarbelakangi oleh kebutuhan pembelajaran di sekolah dasar yang semakin menuntut pemanfaatan teknologi digital,” ujar salah satu mahasiswa, Aulia Putri Maharani.
Menurutnya, selama ini materi kebudayaan Indonesia masih banyak disampaikan secara konvensional dan terbatas pada buku teks, sehingga kurang memberikan pengalaman belajar yang interaktif bagi siswa. Melalui media peta budaya digital ini, ujarnya, siswa dapat mengeksplorasi kekayaan budaya Nusantara secara lebih luas hanya melalui satu media pembelajaran.
“Media ini dirancang dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik sekolah dasar yang cenderung menyukai pembelajaran visual, kontekstual, dan eksploratif,” paparnya.
Dengan mengintegrasikan unsur teknologi dan visualisasi budaya, Digital Cultural Maps diharapkan mampu meningkatkan minat belajar siswa sekaligus menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya bangsa sejak usia dini.
SD Negeri Mangkubumen Wetan sendiri menyampaikan ketertarikan dan apresiasi terhadap pelaksanaan Digital Cultural Maps Project yang dikembangkan oleh mahasiswa UNS. Media pembelajaran tersebut memiliki potensi besar sebagai sarana pembelajaran visual yang konkret dan relevan dengan kebutuhan peserta didik sekolah dasar.
Sebagai media pembelajaran, Digital Cultural Maps dinilai tidak hanya membantu siswa dalam mengenal dan mengingat unsur-unsur budaya Indonesia, tetapi juga mampu meningkatkan literasi digital serta rasa ingin tahu siswa terhadap keberagaman budaya Nusantara. Penyajian materi yang modern dan berbasis visual membuat siswa lebih tertarik untuk mengeksplorasi budaya dari berbagai provinsi di Indonesia. Oleh karena itu, pihak sekolah menyatakan dukungan penuh terhadap pemanfaatan Digital Cultural Maps sebagai media pembelajaran di lingkungan sekolah.
“Penggunaan peta budaya digital ini memberikan sejumlah manfaat. Media ini memudahkan siswa dalam memvisualisasikan materi budaya yang selama ini hanya disajikan dalam bentuk teks pada buku pelajaran,” ujar Panci Sejati, wali kelas 6.
Ia melanjutkan, Digital Cultural Maps mempermudah guru dan siswa dalam mengakses serta mencari data budaya dari seluruh Indonesia melalui satu platform digital yang terintegrasi.
Penggunaan media ini juga dinilai sesuai dengan karakteristik generasi peserta didik saat ini yang lebih menyukai pembelajaran berbasis eksplorasi digital dibandingkan pembelajaran konvensional. Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi lebih interaktif dan bermakna. Tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, Digital Cultural Maps juga berperan dalam penanaman karakter, khususnya dalam memperkuat rasa cinta tanah air dan penghargaan terhadap kearifan lokal melalui pendekatan pembelajaran yang modern.
“Pengembangan Digital Cultural Maps memberikan wawasan dan inspirasi baru bagi guru dalam memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran,” ujar Panci Sejati.
“Platform ini dinilai memiliki peluang untuk terus dikembangkan dengan materi yang lebih beragam, sehingga ke depan dapat digunakan pada mata pelajaran lain maupun pada jenjang pendidikan yang berbeda,” sambungnya.
Kolaborasi antara mahasiswa UNS dan SD Negeri Mangkubumen Wetan melalui Program Hibah Asistensi Mengajar ini menunjukkan peran nyata mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Digital Cultural Maps tidak hanya berfungsi sebagai media pembelajaran inovatif, tetapi juga menjadi sarana penanaman nilai kebinekaan, toleransi, dan persatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
Ke depannya, mahasiswa Asistensi Mengajar UNS berharap Digital Cultural Maps dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan, baik di SD Negeri Mangkubumen Wetan maupun di sekolah lain. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan dasar sekaligus berkontribusi dalam pelestarian dan pengenalan budaya Indonesia kepada generasi muda. (nano)
Tinggalkan Komentar