Printer 3D Desktop Baru Ini Tawarkan Ruang Cetak 105% Lebih Luas Tanpa Harus Beralih ke Kelas Profesional

Printer 3D Bambu Lab A2L. (Foto: Gizmochina)

Sukoharjonews.com – Bambu Lab secara resmi hadir di India dengan meluncurkan printer 3D desktop baru yang ditujukan bagi para kreator, pendidik, desainer, dan usaha kecil. Perusahaan ini memperkenalkan A2L, printer 3D desktop open-bed terbesar mereka sejauh ini, sekaligus memperkuat komitmen jangka panjangnya terhadap salah satu komunitas pegiat kreasi (maker community) dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Bambu Lab A2L hadir dengan volume cetak yang jauh lebih besar
Dilansir dari Gizmochina, Minggu (/8/2026), meskipun Bambu Lab baru memperkenalkan mereknya secara resmi di India sekarang, produk-produknya sebenarnya sudah tersedia di negara tersebut melalui mitra saluran resmi selama hampir dua tahun. A2L, yang mulai dijual di India awal pekan ini, dirancang bagi pengguna yang membutuhkan ruang lebih luas daripada yang dapat disediakan oleh printer 3D desktop konvensional.

Printer ini memiliki volume cetak 330 × 320 × 325 mm, yang memberikan ruang cetak 105 persen lebih luas dibandingkan mesin standar kelas 256 mm. Area cetak yang lebih besar ini memungkinkan pengguna membuat model yang lebih besar, mencetak beberapa komponen secara bersamaan, dan menyelesaikan proyek tanpa harus membaginya menjadi bagian-bagian terpisah.

Printer ini juga dilengkapi dengan berbagai teknologi yang dirancang untuk meningkatkan kualitas dan keandalan pencetakan. Fitur Adaptive Vibration Compensation (Kompensasi Getaran Adaptif) secara otomatis menyesuaikan kinerja berdasarkan pergerakan kepala alat toolhead) dan perubahan beban pada alas cetak (bed), sementara peredam granular internal mengurangi getaran selama pencetakan berkecepatan tinggi.

Ekstruder servo PMSM closed-loop terus memantau aliran filamen untuk mendeteksi masalah pasokan sebelum memengaruhi kualitas cetakan. Sistem pemantauan tambahan mencakup deteksi penyumbatan nozzle, deteksi penumpukan material pada nozzle, deteksi gulungan filamen yang kusut, dan deteksi habisnya filamen. Meskipun memiliki dimensi fisik yang lebih besar, A2L beroperasi dengan tingkat kebisingan di bawah 49 dB dalam Silent Mode (Mode Senyap).

Selain pencetakan 3D, A2L mendukung modul opsional Blade Cutting (Pemotongan dengan Pisau) dan Pen Drawing (Menggambar dengan Pena), yang memungkinkan pengguna memotong material seperti kulit, kain, dan stiker, atau mengubah mesin tersebut menjadi alat gambar presisi. Printer ini juga mendukung penggunaan beberapa unit Automatic Material System untuk pencetakan multi-warna dengan manajemen filamen yang cerdas. Printer ini terintegrasi dengan Bambu Studio, pustaka model MakerWorld, serta aplikasi seluler Bambu Handy untuk pemantauan dan pengendalian jarak jauh.

Bambu Lab A2L dibanderol dengan harga Rs. 48.999 atau Rp9,2 jutaan, sedangkan varian A2L Combo dijual seharga Rs. 65.999 atau Rp12,4 jutaan di India melalui mitra saluran resmi perusahaan. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar