Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Kenaikan kasus positif corona di Sukoharko masih terjadi. Bahkan, dalam beberapa hari terakhir kenaikan kasus cukup tinggi. Disisi lain, kasus positif yang meninggal juga ikut naik. Saat ini, akumulasi kasus positif di Sukoharjo mencapai 1.779 dimana sebanyak 1.478 sembuh dan 90 orang meninggal. Dari tiga indikator yang ada, saat ini status risiko corona Sukoharjo kembali naik ke risiko tinggi atau zona merah.
“Dari update per 30 November, tiga indikator masing-masing indikator epidemilogi, surveilans kesehatan masyarakat dan infikator pelayanan kesehatan menunjukkan tingkat risiko masih di zona merah,” jelas Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, Selasa (1/12/2020).
Berdasarkan update per 30 November kemarin, ada kenaikan 25 kasus positif baru di Sukoharjo. Saat ini, kasus positif aktif di Sukoharjo masih 211 kasus. Terdiri dari 114 orang isolasi mandiri, tiga isolasi rumah sehat, dan 94 orang menjalani rawat inap dirumah sakit. Untuk kasus positif meninggal ada 90 orang. Sedangkan untuk suspek corona ada 930 orang yang terdiri dari 17 isolasi mandiri, 119 rawat inap, 775 selesai pemantauan, 19 meninggal, dan 399 swap negatif.
Dikatakan Yunia, penambahan kasus positif virus corona dan meninggal dunia menjadi salah satu penyebab status zona merah. Pasalnya, angka tersebut tinggi khususnya terlihat dalam kasus meninggal dunia.
Saat ini, 211 kasus positif corona yang masih ada atau aktif tersebar di 12 kecamatan. Masing-masing Kecamatan Kartasura 64 orang, Grogol 26 orang, Mojolaban 42 orang, Sukoharjo 21 orang, Baki 31 orang, Polokarto delapan orang, Tawangsari lima orang, dan Nguter tiga orang. Kemudian Kecamatan Bulu empat orang, Bendosari tiga orang, Gatak dua orang, dan Kecamatan Weru dua orang. (erlano putra)
Tinggalkan Komentar