by

Golkar Masih Menemukan 975 Data Ganda di DPTHP 2

Golkar Masih Menemukan 975 Data Ganda di DPTHP 2
5 (100%) 1 vote

Ketua DPD II Partai Golkar Sukoharjo Giyarto saat menunjukkan data temuan pemilih ganda pada DPTHP 2, Rabu (5/12).

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Menjelang pleno KPU untuk Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) 3 yang akan digelar pada Senin (10/12), masih ditemukan adanya data ganti di DPTHP 2. Seperti yang ditemukan oleh DPD II Partai Golkar dimana menemukan 975 pemilih ganda. Temuan Golkar tersebut sudah disampaikan pada KPU saat sinkronisasi data, Rabu (5/12) di Kantor KPU dan juga ke Bawaslu. Golkar berharap temuan tersebut segera ditindaklanjuti sehingga saat pleno DPTHP 3 nanti data sudah valid.



Ketua DPD II Partai Golkar Sukoharjo Giyarto menyampaikan, Golkar melakukan pencermatan terhadap DPTHP 2 yang disampaikan oleh KPU. Pencermatan dilakukan dengan tiga cara, berbasis NIK, Nama dan No Kepala Keluarga. Dari pencermatan menggunakan tiga metode tersebut, Golkar menemukan NIK ganda, NIK sama berbeda nama, satu NIK dua nama, dan lainnya.

“Data ganda tersebut tersebar di 12 kecamatan yang ada. Data ini sudah kami sampaikan ke KPU dan Bawaslu dan sudah “by name by address”,” ujar Giyarto yang juga Wakil Ketua DPRD Sukoharjo tersebut.

Wakil Sekretaris DPD II Partai Golkar Sukoharjo Purwadi menambahkan, rincian data yang ditemukan terdiri dari data ganda laki-laki sebanyak 439 dan perempuan sebanyak 536 orang. Sehingga, total temuan sebanyak 975 orang data ganda. Menurutnya, jumlah ini masih kemungkinan bertambah. Jadi, bila ada temuan dan perkembangan terkait data pemilih akan segera dilaporkan pada KPU.

“Selain laporan, kami juga menyertakan “softcopy” pada KPU dan Bawaslu agar ditindaklanjuti,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPU Nuril Huda ketika dikonfirmasi mengatakan, temuan dari partai Golkar merupakan masukan untuk KPU Sukoharjo. Terlebih lagi, saat ini KPU memang tengah menggelar agenda sinkronisasi data dan konsolidasi demi terwujudnya DPT yang menjamin hak pilih. “Agenda sinkronisasi ini memang bertujuan menjaring masukan. Baik dari parpol maupun instansi terkait,” kata Nuril.

Nuril juga mengatakan, masukan dari Partai Golkar merupakan data yang diblok NIK-nya sehingga akan dikroscek silang dengan hasil tindak lanjut rekomendasi Bawaslu sebelumnya. Sehingga, ada kemungkinan temuan Golkar merupakan temuan baru atau sama dengan temuan Bawaslu yang sudah direkomendasikan sebelumnya. (erlano putra)



Share:

Facebook Comments

News Feed