Debat Kedua Pilgub Jateng, Sudirman Said Mulai Serang Ganjar Soal Kasus e-KTP

Suasana debat Pilgub Jateng putaran 2 yang digelar di Hotel Best Western Solo Baru, Kamis (3/5) malam.

Sukoharjonews.com (Grogol) – Debat putaran 2 Pilgub Jateng digelar di Hotel Best Western Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Kamis (3/5) malam. Dalam debat yang disiarkan langsung dua televisi nasional tersebut, calon gubernur (cagub) Sudirman Said mulai melancarkan serangan pada cagub Ganjar Pranowo. Sudirman menyerang Ganjar dengan kasus e-KTP yang disebut-sebut Ganjar terlibat didalamnya.



Serangan Sudirman tersebut ketika debat memasuki segmen keempat ketika cagub saling memberikan pertanyaan pada lawan debat. Saat menjawab pertanyaan Ganjar soal subsidi pupuk, Sudirman justru menyinggung kasus e-KTP dimana negara dirugikan triliunan rupiah. Sudirman juga meminta warga Jateng untuk memilih peimpin yang berurusan dengan korupsi.

Selain itu, Sudirman juga menyebutkan jika selama ini tersapat sekitar delapan kepala daerah di Jateng yang ditangkap KPK karena terlibat korupsi. Selain itu, Gubernurnya (Ganjar Pranowo) juga harus bolak-balik ke KPK sebagai saksi kasus e-KTP. “Saya ingin menanyakan apa yang akan dilakukan untuk memerangi korupsi selain kegiatan yang bersifat formal?,” ujarnya

Mendapat serangan Sudirman, Ganjar pun terlihat santai. Ganjar kembali menegaskan jika dirinya menolak pemberian uang terkait kasus e-KTP. Selain itu, Ganjar juga menegaskan jika selama dirinya memimpin Pemprov Jateng, tidak ada satupun pejabat yang dicokok KPK.

Ganjar juga menegaskan jika sejak awal jadi Gubernur dirinya sudah bekerjasama dengan KPK untuk memberantas korupsi. Bahkan, kepala daerah di Jateng diinstruksikan untuk ikut sekolah anti korupsi di KPK. Ganjar juga menyebut jika selama ini Jateng termasuk provinsi yang cukup banyak melapor ke KPk soal grativikasi.

“Kalau ingin dibandingkan, jika di Pemprov Jateng tidak ada pejabat yang dicokok KPK, lants saat di Kementerian ESDM, ada tidak yang terkena korupsi?,” ujar Ganjar menyerang balik.

Disisi lain, pelaksanaan debat kedua Pilgub Jateng berjalan lancar dan normatif. Bahkan, sering cagub memberikan jawaban yang tidak nyambung ketika segmen saling bertanya. Untuk tema pelayanan publik dan perekonomian yang ditanyakan panelis juga kurang mendapat jawaban yang meyakinkan karena terbatasnya waktu.

Pertanyaan panelis yang keluar dalam debat tersebut antara lain mengenai kekerasan sanak dan perempuan, penanganan HIV-AIDS dan Narkoba, alih fungsi lahan, serta pengangguran terbuka di Jateng. Para cagub juga diminta tanggapannya terkait video yang disiapkan oleh panelis. (erlano putra)



Share: