Sukoharjonews.com (Wonogiri) — Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Gajah Mungkur resmi dimulai di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Pembangkit listrik tersebut diproyeksi mampu menghasilkan sekitar 218 GWh listrik per tahun, saat beroperasi pada akhir 2027.
Pembangunan ditandai dengan groundbreaking PLTS Terapung Gajah Mungkur secara serentak dengan peluncuran Program PLTS 100 GWp, yang dipimpin Presiden RI Prabowo dari Bali beberapa waktu lalu. Ada sebanyak 14 PLTS dengan total kapasitas mencapai 5,2 gigawatt peak (GWp) yang diluncurkan saat itu, salah satunya PLTS Terapung Gajah Mungkur.
Di Wonogiri, kegiatan dihadiri Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersama jajaran pemerintah daerah, PT PLN, pengelola sumber daya air, dan pengembang proyek.
“Hari ini kita melakukan groundbreaking terkait dengan PLTS. Di Jawa Tengah ini adalah salah satu PLTS yang terbesar di Wonogiri, dengan kapasitas 134 megawatt peak,” kata Luthfi, dilansir dari laman Pemprov Jateng, Sabtu (29/8/2026).
Ia melanjutkan, saat beroperasi, PLTS Gajah Mungkur diproyeksikan menghasilkan sekitar 218 GWh listrik per tahun. Jumlah itu setara sekitar 37 persen kebutuhan listrik Kabupaten Wonogiri dalam satu tahun.
Luthfi menyebut investasi pembangunan PLTS Terapung Gajah Mungkur mencapai sekitar Rp1,6 triliun, dan ditargetkan dapat beroperasi pada 2027.
Menurut gubernur, pengembangan energi baru terbarukan akan menjadi salah satu prioritas Jawa Tengah, untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
General Manager PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah, Bramantyo Anggun Pambudi menjelaskan, listrik dari PLTS Gajah Mungkur nantinya disalurkan melalui jaringan 150 kilovolt menuju Gardu Induk Nguntoronadi, yang berjarak sekitar 11,7 kilometer.
Setelah masuk jaringan interkoneksi Jawa-Madura-Bali, listrik tersebut tidak hanya digunakan di kawasan sekitar Waduk Gajah Mungkur.
“Ketika listrik tersebut sudah masuk ke jaringan interkoneksi, maka listrik tersebut tidak khusus untuk berada di sekitaran daerah tersebut. Itu juga bisa disalurkan ke semua daerah di jaringan yang tersambung dengan interkoneksi,” kata Bramantyo.
Sementara, Direktur Operasi Pembangkit Gas PT PLN Indonesia Power, Daniel Eliawardhana mengatakan, persiapan dan aspek teknis proyek saat ini sedang dilakukan.
“Secara target waktu sesuai yang disampaikan Pak Gubernur tadi, kita akhir tahun 2027 ini sudah bisa beroperasi setara 134 megawatt peak,” ujarnya.
Selain Gajah Mungkur, pengembangan PLTS di Jawa Tengah juga direncanakan di Waduk Kedung Ombo dengan kapasitas sekitar 100 MWac. Proyek lain dengan kapasitas sekitar 7,4 MW juga disiapkan di Karimunjawa.
Pembangunan PLTS Gajah Mungkur merupakan bagian dari Program PLTS 100 GWp yang dikembangkan pemerintah secara nasional, untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian energi. (nano)
Tinggalkan Komentar