PLN Perluas Jangkauan Pengisian Kendaraan Listrik, Saat Ini Operasikan 4.401 unit SPKLU di Seluruh Indonesia

Tampak suasana SPKLU Center PLN di Rest Area KM 10,6 Tol Jagorawi yang dilengkapi fasilitas Ultra Fast Charging beroperasi 24 jam. (Foto: Dok PLN)

Sukoharjonews.com (Jakarta) – PT PLN (Persero) memperluas jangkauan pengisian kendaraan listrik dengan menghadirkan dua Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Center pertama di Jakarta. Kehadiran fasilitas ini menjadi tonggak baru dalam upaya PLN mempercepat transisi energi nasional melalui dekarbonisasi transportasi dalam negeri.

SPKLU Center dirancang sebagai pusat pengisian daya kendaraan listrik berskala besar, masing-masing memiliki sedikitnya 10 konektor pengisian. Fasilitas ini dibangun di titik strategis dan didukung manajemen terpadu yang mengutamakan kenyamanan serta efisiensi bagi pengguna kendaraan listrik.

Dua lokasi perdana yang kini beroperasi yakni Rest Area KM 10,6 Tol Jagorawi, Cibubur, Jakarta Timur, serta Kantor PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya di kawasan Gambir, Jakarta Pusat.

SPKLU Center Jagorawi dibangun lewat kolaborasi PLN dengan PT High Volt Technologi (HVT). Terdapat tujuh unit pengisi daya dengan total 13 konektor berteknologi Fast Charging dan Ultra Fast Charging, berkapasitas 1×22 kilowatt (kW), 2×60 kW, 2×120 kW, dan 2×200 kW.

Beroperasi selama 24 jam, area ini juga dilengkapi ruang istirahat nyaman serta fasilitas pendukung bagi pengemudi. Sementara itu, SPKLU Center di Kantor PLN UID Jakarta Raya menyediakan enam unit pengisi daya dengan 14 konektor bertipe Fast Charging berkapasitas 2×22 kW dan 2×43 kW dan Ultra Fast Charging berkapasitas 2×50 kW, 2×60 kW, 1×62,5 kW, 1×87,5 kW, dan 4×200 kW.

Dengan spesifikasi ini, pengguna kendaraan listrik dapat melakukan pengisian daya secara cepat dan efisien.

Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto menegaskan bahwa pembangunan SPKLU Center ini merupakan bagian dari strategi PLN untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai di seluruh Indonesia.

“Sebagai insan PLN, kami akan terus mendukung penuh upaya pemerintah dalam mencapai kemandirian energi nasional. Salah satu langkah strategisnya adalah memperluas infrastruktur pengisian kendaraan listrik di berbagai wilayah,” ujar Adi, dikutip dari laman KabarBUMN, Kamis (6/11/2025).

Adi menambahkan, hingga saat ini terdapat sekitar 98.000 kendaraan listrik roda empat di Indonesia dan jumlahnya diproyeksikan meningkat menjadi 130.000 unit pada akhir 2026. Sementara itu, kendaraan listrik roda dua telah mencapai sekitar 250.000 unit dan ditargetkan meningkat menjadi 2 juta unit pada 2030.

“Peralihan dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik memberi tiga keuntungan besar bagi masyarakat — biaya operasional lebih hemat, pajak lebih ringan, serta berkontribusi signifikan dalam menekan emisi karbon,” tambah Adi.

Hingga kini, PLN telah mengoperasikan 4.401 unit SPKLU di seluruh Indonesia, di mana sekitar 3.000 unit di antaranya dibangun melalui kemitraan dengan pihak swasta.

“SPKLU Center yang diresmikan hari ini menjadi simbol kolaborasi nyata antara PLN dan mitra strategis. Ke depan, kami berharap semakin banyak pelaku usaha yang terlibat dalam pengembangan SPKLU, sehingga setiap stasiun BBM juga dapat memiliki fasilitas pengisian daya listrik,” ujarnya.

Menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru, PLN juga menyiapkan tambahan SPKLU di jalur-jalur strategis untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat. Kapasitas SPKLU pun terus ditingkatkan agar proses pengisian daya semakin cepat dan efisien.

“Pemilihan lokasi SPKLU Center di Jagorawi sangat strategis. Pengendara dapat mengisi daya sambil beristirahat, menikmati kuliner, atau berinteraksi di area hijau yang kami sediakan. Ke depan, PLN akan memperluas fasilitas serupa di berbagai kota besar di Indonesia,” tambah Adi.

Senior Advisor PT High Volt Technology (HVT), Herman Daniel Ibrahim turut mengapresiasi kerja sama dengan PLN yang dinilai menjadi langkah penting dalam memperluas infrastruktur kendaraan listrik nasional.

“Kami berterima kasih kepada PLN atas kepercayaan dan dukungan dalam pengembangan SPKLU ini, baik di Cibubur maupun di lokasi lain. PT HVT berkomitmen menambah hingga 1.000 unit SPKLU dengan 2.000 konektor dan total kapasitas mencapai 100 MW pada tahun 2030,” jelas Herman.

General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin menambahkan bahwa saat ini di wilayah Jakarta telah beroperasi lebih dari 667 unit SPKLU, termasuk 140 unit di wilayah Jakarta Timur yang tersebar di berbagai lokasi publik seperti mal, perkantoran, dan rest area.

“Jakarta menjadi pusat pertumbuhan kendaraan listrik terbesar di Indonesia. PLN UID Jakarta Raya terus menambah titik SPKLU agar masyarakat semakin mudah mengakses pengisian daya, baik di pusat kota maupun di jalur-jalur strategis antarwilayah,” ujar Andy.

Dengan hadirnya SPKLU Center pertama di Jakarta ini, PLN berharap masyarakat semakin terdorong untuk beralih ke kendaraan listrik dan bersama-sama mewujudkan masa depan transportasi rendah emisi di Indonesia. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar