
Sukoharjonews.com – Potensi cuaca ekstrem masih akan melanda sejumlah wilayah di Indonesia hingga akhir Januari 2026. Hal itu berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Terkait hal itu, PT PLN (Persero) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap risiko bahaya kelistrikan yang dapat muncul saat hujan lebat maupun banjir.
Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama perusahaan di tengah kondisi cuaca ekstrem.
“Saat cuaca ekstrem, keselamatan pelanggan dan masyarakat menjadi fokus utama kami. PLN mengimbau agar masyarakat selalu memperhatikan aspek keselamatan kelistrikan di rumah maupun di lingkungan sekitar,” ujar Gregorius, dikutip dari laman KabarBUMN, Rabu (28/1/2026).
Gregorius menjelaskan, terdapat sejumlah langkah keselamatan penting yang perlu diperhatikan masyarakat apabila terjadi genangan air atau kenaikan permukaan air di sekitar rumah.
Langkah pertama, saat air mulai memasuki rumah, pelanggan diminta segera mematikan aliran listrik melalui Miniature Circuit Breaker (MCB) yang berada di meteran atau kWh Meter untuk mencegah risiko tersengat listrik. Langkah kedua, seluruh peralatan elektronik yang terhubung ke stop kontak harus dicabut guna menghindari terjadinya arus pendek.
Jika genangan air berpotensi semakin tinggi, peralatan listrik disarankan dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi dan aman dari jangkauan air. Langkah ketiga, masyarakat diimbau memastikan seluruh peralatan listrik dan elektronik dalam kondisi benar-benar kering sebelum digunakan kembali.
“Langkah ini agar masyarakat terhindar dari potensi bahaya listrik karena air merupakan konduktor yang kuat.
“Mari kita tingkatkan kewaspadaan kita khususnya saat terjadi hujan lebat yang berpotensi banjir,” imbuh Gregorius.
Selain itu, PLN meminta masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan potensi ancaman keselamatan dari jaringan listrik akibat banjir atau dampak cuaca ekstrem lainnya, termasuk kondisi yang membutuhkan penghentian sementara pasokan listrik.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami. Dalam kondisi banjir tertentu, pasokan listrik dapat dipadamkan sementara untuk mencegah risiko yang lebih besar,” tambah Gregorius.
Masyarakat dapat menyampaikan pengaduan maupun informasi terkait potensi gangguan kelistrikan melalui fitur Pengaduan yang tersedia pada aplikasi PLN Mobile. (nano)















Facebook Comments