
Sukoharjonews.com (Tawangsari) – Konsep lama pertanian di Indonesia berupa konsep minapadi kembali digalakkan di Kabupaten Sukoharjo. Dengan konsep tersebut, petani akan mendapatkan keuntungan ganda dengan hasil panen padi dan ikan. Minapadi juga sedang dikembangkan baik ditingkat nasional dan dunia sebagai bagian penyediaan bahan pangan dan peningkatan gizi masyarakat. Sukoharjo sendiri sudah mulai melakukannya dan panen.
Seperti yang dilakukan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo yang menggelar panen raya minapadi di hamparan sawah Desa Dalangan, Tawangsari, Jumat (14/9). Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti mengatakan, Sukoharjo memiliki hamparan lahan pertanian yang sangat luas diatas 20 ribu hektar. Sebagian besar merupakan lahan dengan pengelolaan tunggal berupa tanaman padi.
“Hal itu terlihat dalam tiga kali tanam padi selama satu tahun. Pola tersebut dilakukan petani karena mendapatkan jaminan ketersediaan air dari saluran irigasi teknis,” jelasnya.
Menurutnya, petani Sukoharjo sekarang lebih mudah dalam menjalankan usaha karena ketersediaan alat pertanian modern bantuan dari pemerintah. Ketersediaan alat membuat petani juga beralih dari sebelumnya menerapkan sistem tradisional menjadi lebih modern. Perubahan juga dilakukan dalam konsep pengelolaan lahan pertanian. Konsep minpadi dianggap sangat tepat dan menguntungkan baik bagi petani maupun pemerintah.
“Konsep ini pernah dijalankan di Indonesia dan sukses. Pemerintah juga lebih terjamin mendapatkan stok bahan pangan. Sekarang minapadi kembali diangkat untuk diterapkan petani dan terus dikembangkan di Sukoharjo,” ujarnya.
Netty mengaku, saat ini minapadi dilakasanakan di sejumlah lahan di Kecamatan Tawangsari dan Kecamatan Gatak. Kedepan, luasan lahan yang menerapkan konsep minapadi akan terus dikembangkan. Unit Minapadi Gapoktan Tani Mandiri Desa Dalangan Rohmadi mengatakan, secara total ada 18 hektar lahan pertanian sudah menerapkan konsep minapadi. Rinciannya, sebanyak lima hektar sawah di wilayah Desa Geneng, Kecamatan Gatak dan 12 hektare di Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari.
“Awalnya memang agak susah karena belum terbiasa. Satu sisi petani harus menjaga tanaman padi tetap subur, disisi lain juga merawat ikan agar tidak mati,” ujarnya. (erlano putra)















Facebook Comments