Pertamina Patra Niaga Kerahkan Kapal MT Gas Attaka untuk Distribusi LPG ke Daerah Sulit Dijangkau

Pertamina Patra Niaga tugaskan MT Gas Attaka untuk distribusi LPG ke wilayah akses terbatas, dukung pasokan energi melalui logistik laut yang dinamis dan aman. (Foto: Dok Pertamina)

Sukoharjonews.com (Jakarta) – Peningkatan permintaan LPG di sejumlah daerah membuat peran logistik laut semakin krusial dalam menjaga kelancaran pasokan. Upaya ini dilakukan agar energi tetap tersedia secara merata, termasuk di kawasan yang sulit dijangkau. Salah satu armada yang berperan dalam distribusi tersebut adalah MT Gas Attaka, kapal LPG milik PT Pertamina Patra Niaga.

Kapal ini melayani rute pengiriman ke kawasan Kalimantan dan Sulawesi, termasuk menuju Amurang dan Donggala. Dengan kapasitas sekitar 1.700 MT dalam setiap pelayaran, kapal ini turut mendukung ketersediaan LPG di wilayah tujuan.

Dalam operasionalnya, MT Gas Attaka menempuh perjalanan laut selama beberapa hari untuk mengantarkan muatan LPG. Selama pelayaran, awak kapal bekerja secara bergantian selama 24 jam. Pola kerja tersebut diterapkan untuk memastikan proses distribusi berjalan aman dan sesuai jadwal.

Daerah tujuan distribusi memiliki kondisi geografis yang tidak selalu mudah dijangkau melalui jalur darat. Hal ini membuat distribusi energi sangat bergantung pada jalur logistik laut. Konektivitas pelayaran menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan pasokan energi di wilayah tersebut.

Dalam kondisi tersebut, armada kapal berfungsi sebagai penghubung antara titik suplai dengan terminal distribusi di daerah tujuan. Setiap pelayaran menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan energi bagi masyarakat. Peran ini semakin penting untuk wilayah dengan keterbatasan akses.

Pengaturan rute dan jadwal pelayaran kapal LPG terus disesuaikan dengan dinamika kebutuhan di lapangan. Penyesuaian ini dilakukan agar distribusi dapat berjalan lebih selaras dengan kondisi masing-masing wilayah. Dengan demikian, penyaluran energi dapat dilakukan secara lebih efektif.

Direktur Armada Logistik PT Pertamina Patra Niaga, Arif Yunianto, menyampaikan bahwa pengelolaan distribusi LPG dilakukan secara dinamis. Hal ini bertujuan untuk menjaga kelancaran penyaluran energi ke berbagai daerah. Armada kapal menjadi bagian penting dari sistem distribusi tersebut.

“Pergerakan kapal LPG terus kami atur menyesuaikan kebutuhan di berbagai wilayah. Armada seperti MT Gas Attaka menjadi bagian dari sistem distribusi yang menghubungkan titik suplai hingga ke terminal distribusi, termasuk di wilayah dengan keterbatasan akses,” ujar Arif, dikutip dari laman KabarBUMN, Minggu (12/4/2026).

Ia juga menambahkan bahwa distribusi energi merupakan sistem yang saling terhubung. Keseimbangan antara pasokan dan konsumsi menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran penyaluran. Hal ini diperlukan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.

Sejalan dengan upaya tersebut, Pertamina Patra Niaga mengajak masyarakat untuk menggunakan LPG secara bijak. Penggunaan sesuai kebutuhan diharapkan dapat membantu pemerataan distribusi. Dengan demikian, pasokan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Operasional kapal LPG dijalankan dengan standar HSSE (Health, Safety, Security & Environment) yang ketat. Standar ini diterapkan untuk memastikan keselamatan pelayaran sekaligus menjaga keandalan distribusi energi. Dukungan armada diperkuat dengan 9 kapal LPG milik serta lebih dari 30 kapal charter yang beroperasi menjangkau berbagai wilayah.

Melalui pergerakan armada yang terus beroperasi di berbagai rute, Pertamina Patra Niaga berupaya memastikan distribusi LPG tetap berjalan. Upaya ini dilakukan untuk menjangkau wilayah dengan karakteristik geografis yang beragam di Indonesia. Keberlanjutan pasokan energi diharapkan dapat terus terjaga bagi masyarakat. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar