Perlu Anda Ketahui, Ridha Allah: Tujuan Tertinggi Seorang Hamba

banner 468x60
Ilustrasi. (Foto: Freepik)

Sukoharjonews.com – Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan: “Sesungguhnya dalam hati ada kegersangan yang tidak bisa terisi kecuali dengan mendekat kepada Allah. Jika seseorang tidak mengisinya dengan mendekat kepada Allah, maka ia akan selalu merasa gersang.”

Dikutip dari Humayro, Selasa (12/8/2025), dalam perjalanan hidup seorang mukmin, tak ada tujuan yang lebih mulia dan tinggi selain menggapai keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dunia yang fana ini hanya sementara, dan kesenangan di dalamnya hanya sekejap. Namun ridha Allah adalah kebahagiaan yang abadi, baik di dunia maupun di akhirat.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata dalam Syarh al-Kafiyah asy-Syafiyah (1/221):

“Jadikanlah selalu tujuanmu itu untuk menggapai keridhaan Allah ‘Azza Wa Jalla, karena itu adalah puncak dari segala tujuan. Sehingga ketika engkau menjadikan ini sebagai tujuan, maka demi Allah engkau akan lupa dengan dunia dan siapa saja yang berada di dalamnya.”

Perkataan ini menunjukkan betapa pentingnya orientasi hidup yang benar. Bukan sekadar mengejar dunia, kedudukan, atau pujian manusia, tetapi yang lebih utama adalah ridha dari Sang Pencipta. Ketika seseorang menjadikan keridhaan Allah sebagai fokus hidupnya, maka dunia akan menjadi kecil di matanya, dan segala bentuk cobaan atau kesulitan akan terasa ringan.

Empat Pilar Menuju Ridha Allah
Syaikh al-‘Utsaimin juga menyebutkan empat perkara utama yang dapat menjadi penopang untuk meraih ridha Allah:

1. Menggapai Ridha Allah
Segala amal yang dilakukan oleh seorang muslim haruslah diniatkan ikhlas karena Allah. Amal yang besar sekalipun jika dilakukan karena riya (pamer) atau sum’ah (ingin didengar) akan tertolak di sisi Allah. Sebagaimana firman Allah:

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus.” (QS. Al-Bayyinah: 5)

2. Menolong Agama Allah
Menolong agama bukan hanya tugas para dai, ustadz, atau ulama, tetapi kewajiban setiap muslim sesuai kemampuannya. Allah berjanji:

“Jika kalian menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian.” (QS. Muhammad: 7)

Ulama salaf seperti Hasan al-Bashri rahimahullah berkata: “Siapa yang memperbaiki hubungannya dengan Allah, niscaya Allah akan memperbaiki hubungannya dengan manusia.”

3. Cinta Karena Allah
Cinta karena Allah adalah cinta yang tulus dan tidak didasari kepentingan duniawi. Ini adalah bentuk tertinggi dari cinta, yang dengannya Allah akan menaungi dua orang yang saling mencintai karena-Nya pada hari kiamat, saat tidak ada naungan selain naungan-Nya.

Rasullulah SAW bersabda: “Tujuh golongan yang akan Allah naungi di bawah naungan-Nya pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya… (di antaranya) dua orang yang saling mencintai karena Allah, bertemu dan berpisah karena-Nya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Benci Karena Allah
Sebagaimana cinta karena Allah adalah bagian dari iman, maka benci karena Allah pun adalah bentuk keimanan. Bukan benci karena hawa nafsu, tetapi karena seseorang berada dalam maksiat, kesesatan, atau menyelisihi kebenaran yang Allah turunkan. Tentunya kebencian ini tetap berada dalam adab dan batasan syar’i, tidak zalim atau berlebihan.

Hidup Bahagia Dunia dan Akhirat
Orang yang menjadikan keridhaan Allah sebagai tujuan hidupnya akan meraih kebahagiaan sejati, baik di dunia maupun di akhirat. Allah berfirman: “Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97)

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan: “Sesungguhnya dalam hati ada kegersangan yang tidak bisa terisi kecuali dengan mendekat kepada Allah. Jika seseorang tidak mengisinya dengan mendekat kepada Allah, maka ia akan selalu merasa gersang.”

Maka dari itu, wahai saudaraku seiman, jadikanlah ridha Allah sebagai tujuan utama hidupmu. Bangun setiap niat, amal, dan langkah kita atas dasar mencari wajah Allah. Ketika kita mencintai karena Allah, membenci karena Allah, menolong agama Allah, dan beramal untuk mencari ridha-Nya, maka dunia akan mengikuti dengan sendirinya dan akhirat pun akan menyambut dengan cahaya. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *