Perlu Anda Ketahui, Berikut Ini Cara Bertaubat dari Dosa Zalim

Ilustrasi. (Foto: Bincang Syariah)

Sukoharjonews.com – Artikel ini akan membahas tata cara bertaubat dari dosa zalim. Secara bahasa zalim adalah meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya atau melakukan sesuatu yang tidak semestinya. Orang disebut zalim jika melakukan sesuatu yang tidak wajar dari apa yang telah digariskan oleh Allah dan Rasul-Nya, sehingga apa yang ia lakukan dapat merugikan dirinya dan juga merugikan orang lain.

Dikutip dari Bincang Syariah, Senin (19/1/2026), Ibnu Qudamah Al-Maqdisi dalam karyanya Mukhtashar Minhajul Qashidin Juz, 1, halaman 324 menjelaskan tentang 4 macam kezaliman yang dilakukan oleh manusia, dan juga menjelaskan tentang cara bertaubat dari kedzaliman tersebut. Beliau menegaskan:

ومظالمهم إما في النفوس، أو الأموال، أو الأعراض، أو إيذاء القلوب

Artinya: “Kedzaliman-kedzaliman mereka adakalanya pada jiwa, harta, harga diri (kehormatan), atau menyakiti hati (orang lain)”.

Penegasan Ibnu Qudamah Al-Maqdisi di atas, memberikan informasi kepada kita tentang 4 macam kezaliman, agar kita waspada dan berhati-hati dalam bertindak. Adapun rincian dari penegasan tersebut sebagai berikut:

Pertama, zalim terhadap jiwa. Contohnya, pembunuhan yang disengaja atau tidak disengaja. Pembunuhan yang tidak sengaja, wajib membayar diyath atau denda. Sedangkan pembunuhan yang disengaja diwajibkan untuk di qishas, atau membayar tebusan bila pihak keluarganya memaafkannya.

Kedua, zalim yang berhubungan dengan harta. Contohnya, mencuri, ghasab, dan memakan dari hasil riba. Adapun cara bertaubatnya, diwajibkan baginya memilah hartanya lalu mengeluarkan yang haram. Jika antara harta halal dan haram sudah tercampur dan sulit untuk dibedakan, orang itu bisa mengambil harta berdasarkan yang terkuat atau mengambil hartanya berdasarkan sesuatu yang meyakinkannya.

Ketiga, zalim terhadap kehormatan . Contoh dari kedzaliman terhadap kehormatan, yaitu, berbuat melebihi batas, seperti, melakukan zina, liwath (sodomi), qadzaf, (menuduh zina) dan semisalnya. Adapun cara bertaubatnya, yaitu, dengan menyesali, tidak mengulangi, dan meminta ampunan kepada Allah.

Keempat, zalim menyakiti hati orang lain. Perbuatan menyakiti hati orang lain itu berbeda dengan perbuatan dosa yang lain, seperti berzina, membunuh, syirik, atau lainnya. Tetapi, dosa dari menyakiti hati orang lain tergolong dosa besar. Menghina, mencaci, bergosip akan menyakiti hati orang lain. Adapun cara bertaubatnya, yaitu, dengan meminta maaf kepada orang yang disakitinya, dan tidak mengulangi lagi perbuatannya.

Demikian penjelasan terkait cara bertaubat dari dosa zalim.Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishawab. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar