Sukoharjonews.com (Jakarta) – PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan (UIP) Sumatera Bagian Utara resmi melakukan pengoperasian perdana (energize) Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV) Blangpidie-Tapak Tuan. Selain itu, juga termasuk Gardu Induk (GI) 150 kV Blangpidie Extension yang terhubung ke GI 150 kV Tapak Tuan dengan kapasitas 30 Mega Volt Ampere (MVA).
Hadirnya infrastruktur ini menjadi bagian dari upaya PLN dalam memperkokoh sistem backbone kelistrikan di wilayah Pantai Barat Aceh, terutama di Kabupaten Aceh Selatan. Selain itu, langkah ini juga bertujuan menekan ketergantungan terhadap pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang selama ini menopang pasokan listrik di kawasan tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Aceh Selatan, Baital Mukadis, memberikan apresiasi atas realisasi proyek strategis tersebut. Menurutnya, kehadiran infrastruktur baru ini akan membawa dampak positif bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, kami berterima kasih kepada PLN. Beroperasinya GI Tapak Tuan akan meningkatkan keandalan dan kualitas pasokan listrik. Dengan sistem yang lebih stabil, kami optimis pelayanan publik, aktivitas masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi daerah akan semakin baik,” ujar Baital, dikutip dari laman KabarBUMN, Sabtu (21/2/2026).
Pada kesempatan terpisah, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa pengoperasian SUTT dan gardu induk tersebut merupakan bagian dari dukungan PLN terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong terwujudnya kemandirian energi nasional.
“Infrastruktur ini memperkuat ketahanan energi nasional karena mengurangi ketergantungan pada pembangkit berbahan bakar fosil,” kata Darmawan.
Ia juga menegaskan bahwa PLN terus mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan secara merata dan berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia.
“PLN berkomitmen menghadirkan sistem kelistrikan yang andal dan efisien sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi nasional,” sambungnya.
Sementara itu, General Manager PLN UIP Sumatera Bagian Utara, Dewanto, menjelaskan bahwa SUTT 150 kV Blangpidie–Tapak Tuan memiliki panjang 115 kilometer sirkuit (kms) dengan total 166 menara transmisi yang telah dibangun.
Jalur transmisi ini berperan sebagai interkoneksi regional guna menjaga kualitas tegangan, meningkatkan keandalan suplai listrik, sekaligus menghubungkan sistem kelistrikan dari Blangpidie di Aceh Barat Daya hingga Samadua di Aceh Selatan.
“Beroperasinya infrastruktur ini meningkatkan keandalan sistem dan berpotensi menghemat konsumsi bahan bakar minyak rata-rata sekitar 638,6 kiloliter per bulan dari pengurangan penggunaan pembangkit diesel. Trafo berkapasitas 30 MVA juga disiapkan untuk menopang pertumbuhan kebutuhan listrik sektor rumah tangga, bisnis, dan industri,” jelas Dewanto.
Dengan mulai beroperasinya jaringan ini, Aceh Selatan tidak lagi bergantung pada jaringan tegangan menengah maupun pembangkit diesel. PLTD Kota Fajar pun akan dihentikan operasinya seiring beroperasinya SUTT Blangpidie – Tapak Tuan.
“Stabilitas tegangan menjadi lebih terjaga, manuver beban saat gangguan lebih fleksibel, dan potensi pemadaman dapat ditekan secara signifikan,” lanjutnya.
Dewanto menambahkan, keberhasilan proses energize ini juga tidak terlepas dari dukungan penuh pemerintah daerah setempat. Seluruh tahapan pembangunan telah dilaksanakan sesuai standar teknis yang berlaku serta menerapkan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja (K3). (nano)
Tinggalkan Komentar