Tak Berkategori  

Bahan-bahan yang Tidak Boleh Diterapkan pada Bawah Mata Anda

banner 468x60
Merawat bawah mata. (Foto: shutterstock)

Sukoharjonews.com – Area bawah mata cukup sensitif, jadi sebaiknya berhati-hati saat mengaplikasikan produk perawatan kulit. Faktanya, ada beberapa bahan yang tidak boleh Anda aplikasikan di bawah mata.


Dilansir dari Healthshots, Jum’at (21/7/2023), kita semua memiliki rutinitas perawatan kulit. Beberapa mungkin memasukkan lebih banyak produk ke dalam rezim perawatan kulit mereka dan yang lain mungkin hanya menggunakan tiga atau empat produk. Jika kulit kering, kita mencari produk pelembab. Jika berminyak, kami mencari cara untuk mengatasinya.

Namun terkadang kita lupa untuk memeriksa bahan-bahan dalam produk dan menggunakannya dengan murah hati. Salah satu bagian wajah Anda yang bisa sangat terpengaruh oleh hal ini adalah area bawah mata. Ada beberapa bahan dalam produk perawatan kulit yang tidak boleh dioleskan di bawah mata.

Suntikan Kesehatan terhubung dengan ahli kosmetik yang berbasis di Mumbai Dr Monica Kapoor untuk mengetahui semua bahan yang harus dihindari di area bawah mata.


Bahan perawatan kulit yang tidak boleh Anda aplikasikan di bawah mata. Karena kulit di sekitar mata lebih tipis dan lebih sensitif daripada bagian wajah lainnya, kulit di sekitar mata dapat dengan mudah teriritasi oleh bahan-bahan tertentu. Berikut beberapa hal yang tidak boleh dilakukan untuk area bawah mata:

1. Retinoid
Bahan anti penuaan umumnya ditemukan pada produk yang menjanjikan untuk mengatasi garis halus dan kerutan. Namun terkadang, bisa sangat mengiritasi kulit, terutama kulit halus di sekitar mata. Menggunakan retinoid di area bawah mata dapat menyebabkan kemerahan, kekeringan, dan pengelupasan, kata sang ahli.

2. Asam salisilat
Asam salisilat adalah bahan pelawan jerawat populer yang bekerja dengan mengelupas kulit dan membuka pori-pori yang tersumbat. Namun, itu bisa terlalu keras untuk area bawah mata yang sensitif dan dapat menyebabkan iritasi dan membuat kulit Anda kering.

3. Hidrogen peroksida
Hidrogen peroksida adalah zat pengoksidasi kuat yang sering digunakan untuk mencerahkan rambut atau mendisinfeksi luka. Namun, itu bisa terlalu keras untuk kulit halus di sekitar mata dan dapat menyebabkan kemerahan, perih, dan iritasi.


4. Wewangian
Kita semua menyukai produk berbau manis. Wewangian merupakan bahan umum dalam perawatan kulit dan kosmetik. Tapi itu bisa mengiritasi kulit sensitif. Area bawah mata sangat rentan terhadap iritasi dari wewangian yang dapat menyebabkan perih, gatal, dan kemerahan.

5. Minyak atsiri
Minyak atsiri sering digunakan dalam perawatan kulit karena sifat terapeutiknya, tetapi bisa terlalu keras untuk area bawah mata yang sensitif. Beberapa minyak esensial, seperti peppermint dan eucalyptus, dapat menyebabkan perih dan iritasi, sementara yang lain seperti lemon dan jeruk nipis, dapat menyebabkan fotosensitifitas dan meningkatkan risiko kerusakan akibat sinar matahari.

6. Kayu manis
Kayu manis adalah bumbu yang disukai sebagian orang untuk memiliki kulit bebas jerawat. Namun, itu bisa terlalu mengiritasi dan menyebabkan sensasi terbakar saat dioleskan ke kulit bawah mata yang sensitif. Jadi, sebaiknya hindari produk yang mengandung kayu manis atau ekstrak kayu manis di area ini, kata Dr Kapoor.

7. Alkohol
Produk perawatan kulit berbasis alkohol, seperti toner atau astringen, bisa sangat mengeringkan dan mengiritasi area bawah mata. Alkohol menghilangkan minyak dan kelembapan alami kulit, yang dapat menyebabkan kekeringan dan peningkatan sensitivitas.(cita septa)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *