
Sukoharjonews.com – Penyakit kanker merupakan salah satu penyakit yang ditakuti oleh orang-orang. Pasalnya tak banyak dari mereka yang menderita kanker berakhir meninggal. Kanker juga bisa terjadi pada siapa saja. Tidak hanya pada orang tua.
Sementara itu, kanker serviks dan kanker ovarium sering dianggap sama. Padahal kedua kanker tersebut merupakan penyakit yang berbeda. Meskipun sama-sama terjadi di reproduksi wanita, perbedaan kanker serviks terletak pada lokasi kankernya. Jika kanker ovarium menyerang indung telur, kanker serviks menyerang leher rahim. Mengutip dari Siloam Hospital, pada Selasa (21/2/2023), berikut perbedaan dari kanker serviks dan kanker ovarium:
Pengertian Kanker Serviks dan Kanker Ovarium
Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh di leher rahim. Serviks atau leher rahim merupakan bagian rahim yang terhubung ke vagina. Organ ini berperan dalam memproduksi lendir dan mengalirkan sperma dari vagina ke rahim saat terjadi penetrasi. Leher rahim juga berfungsi melindungi rahim dari berbagai bakteri dan benda asing dari luar.
Berbeda dengan kanker serviks, kanker ovarium terjadi di indung telur atau jaringan ovarium. Jenis kanker ini termasuk penyakit yang banyak menyerang wanita Indonesia. Sayangnya, kanker ovarium jarang memunculkan gejala pada tahap awal, sehingga penting bagi wanita untuk melakukan pemeriksaan organ reproduksi secara rutin sebagai upaya deteksi dini.
Gejala Kanker Serviks dan Kanker Ovarium
Baik kanker serviks maupun kanker ovarium tidak menimbulkan gejala yang signifikan pada stadium awal, sehingga sulit diketahui sejak dini, bahkan banyak yang tidak menyadari gejala awalnya sama sekali.
Namun, beberapa gejala umum kanker serviks seperti; nyeri pinggul berlebih, mengalami perdarahan abnormal, misalnya setelah berhubungan seksual, di luar masa menstruasi, atau setelah menopause. Selain itu keputihan yang tidak biasa, misalnya sangat berbau atau tampak seperti nanah juga merupakan salah satu gejalanya.
Penyebab Kanker Serviks dan Kanker Ovarium
Kanker serviks disebabkan oleh perubahan atau mutasi gen yang menyebabkan sel-sel di dalamnya tumbuh abnormal dan tak terkendali sehingga berisiko menjadi kanker. Kondisi ini sering kali dikaitkan dengan infeksi HPV (human papillomavirus) yang dapat menular melalui hubungan seksual.
Sama seperti kanker serviks, kanker ovarium juga disebabkan oleh adanya perubahan atau mutasi gen. Di mana mutasi gen tersebut menyebabkan sel-sel ovarium tumbuh secara tidak normal, tak terkendali dan bisa berkembang menjadi kanker. Salah satunya yaitu mutasi gen BRCA1 dan BRCA2. Namun, masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab terjadinya mutasi gen tersebut.
Selain itu, terdapat beberapa faktor lain yang diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini, yaitu: berusia di atas 50 tahun, pernah menjalani terapi radiasi (radioterapi) atau terapi hormon, memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit kanker ovarium, dan memiliki kebiasaan merokok. (cita septa)



Facebook Comments