Sukoharjonews.com – Tak sedikit orang kesulitan mengidentifikasi perasaannya. Terlebih ketika berada pada situasi yang berat dan tak terduga. Mungkin yang dirasa hanya ‘kekosongan’ yang berbeda dengan sensasi fisiologis, atau disebut dengan emosi. Perasaan dan emosi berbeda, tetapi keduanya bisa hadir saat bersamaan. Kadang, menyadari perasaan bisa dengan mengidentifikasi sensasi fisik.
Dilansir dari psikolog klinis, Jum’at (17/09/2023), yang khusus menangani rasa marah, resolusi trauma, konflik pasangan, dan depresi, Leon F. Seltzer, Ph.D., berikut penyebab sulitnya mengidentifikasi perasaan.
1. Perasaan tersebut belum mengkristal
Bisa dibilang berada pada situasi ambang, ketika perasaan belum mengkristal atau belum menjadi fokus sehingga belum bisa diidentifikasi. Situasi ini dialami ketika Anda merasakan sesuatu di tubuh, misalnya tenggorokan tercekat, tubuh bergetar, detak jantung cepat. Namun, karena belum diketahui pemicunya maka perasaan seperti apa yang dialami, masih sulit untuk didefinisikan.
2. Mengalami lebih dari satu perasaan
Ketika lebih dari satu perasaan menyatu, mungkin terasa membingungkan karena tidak dapat dipisahkan dan dibedakan. Seltzer mencontohkan, ketika rasa marah dan terluka akan ketidakadilan, emosi yang satu menunjukkan perasaan tidak adil yang mengganggu. Sedangkan lainnya menandai perasaan tak berdaya atau kecewa.
3. Tidak memiliki kata-kata yang presisi
Banyak kata yang dipakai untuk “melabeli” perasaan. Seperti kecewa, marah, senang, bahagia, dan lainnya. Tetapi fenomena ini terbilang baru tentang emosi, bahwa literatur semakin meluas. Ambillah contoh, kata “malu” dalam bahasa Indonesia berarti “pengalaman tiba-tiba merasa terkekang, rendah diri, dan canggung saat berada di dekat orang-orang yang berstatus lebih tinggi”. Ketika suatu perasaan sulit untuk diidentifikasi, mungkin karena tidak memiliki kata-kata yang pas untuk mendefinisikan perasaan tersebut.
4. Belum pernah merasakan perasaan ini sebelumnya
Anak-anak mungkin sering mengalami ini, karena referensi perasaan mereka terbatas karena belum mengenyam banyak pengalaman hidup. Sensasi fisik juga masih dalam taraf perkembangan, sehingga kerap belum mengenali nama perasaan.
5. Mengalami disosiasi
Penyebab perasaan sulit diidentifikasi, karena mengalami disosiasi. Ketika Anda melepaskan diri dari suatu perasaan saat mekanisme pertahanan diri, atau disebut disosiatif, maka perasaan “mati” terhadap situasi tertentu. Seltzer menjelaskan, ini terjadi ketika kewalahan oleh keadaan eksternal atau dari luar diri. Perasaan kadang jadi sesuatu yang tidak dapat ditoleransi. Seseorang mungkin berusaha melarikan diri dengan mengembara ke waktu atau tempat lain.(patrisia argi)
Tinggalkan Komentar