
Sukoharjonews.com – Arus balik Lebaran 2026 dari Sumatera ke Jawa mulai meningkat. PT ASDP Indonesia Ferry memprediksi puncaknya terjadi pada 24–25 Maret 2026, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pasca libur Lebaran. Sejak 22 Maret, pergerakan penumpang dan kendaraan di Pelabuhan Bakauheni mulai ramai.
Meski terjadi lonjakan, operasional penyeberangan tetap berjalan lancar dan terkendali. Manajemen ASDP menyebut kenaikan trafik ini sebagai tanda awal arus balik. Kesiapan layanan terus diperkuat, baik dari sisi armada maupun fasilitas pelabuhan. Untuk mengantisipasi kepadatan, skema pengaturan kendaraan juga mulai diterapkan.
Penyeberangan dari Bakauheni melayani penumpang dan berbagai golongan kendaraan (I, II, III, IVA, VA, dan VIA) menuju Jawa secara terarah. Sementara itu, kendaraan golongan IVB, VB, dan VIB yang dikecualikan dari pembatasan operasional dialihkan melalui Pelabuhan BBJ Muara Pilu.
Adapun truk golongan VIB tiga sumbu, VII, VIII, dan IX yang masih dalam masa pembatasan diarahkan untuk menunggu di buffer zone maupun sejumlah rest area tol guna menjaga kelancaran arus lalu lintas.
“Arus kendaraan masih dalam batas kapasitas layanan. Pola kedatangan cukup merata sehingga proses bongkar muat kapal berlangsung cepat tanpa hambatan berarti,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengelolaan layanan dermaga dilakukan secara fleksibel melalui skema multi-dermaga, baik untuk penumpang pejalan kaki maupun kendaraan, guna menjaga distribusi tetap merata dan ritme layanan stabil di tengah peningkatan volume.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menambahkan bahwa pengguna jasa diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan tidak menumpuk pada periode puncak.
“Pastikan telah membeli tiket melalui Ferizy sebelum tiba di pelabuhan. Saat ini tidak ada penjualan tiket di pelabuhan, sehingga seluruh pengguna jasa wajib melakukan pembelian secara mandiri melalui kanal resmi,” tegasnya, dikutip dari laman KabarBUMN, Rabu (25/3/2026).
Trafik Meningkat, Layanan Tetap Terkendali
Berdasarkan data Posko Bakauheni selama 24 jam pada HH, tercatat 146 trip kapal dengan total penumpang mencapai 51.751 orang atau meningkat 30,5% dibandingkan tahun lalu.
Total kendaraan mencapai 14.094 unit atau naik signifikan 45,3%. Kenaikan paling mencolok terjadi pada sepeda motor yang mencapai 5.248 unit atau meningkat 59,4%, diikuti kendaraan roda empat sebanyak 7.407 unit atau naik 27,9%.
Sementara itu, kendaraan logistik tercatat 1.202 unit atau melonjak 189,6%, serta bus sebanyak 237 unit atau meningkat 19,7%. Secara kumulatif sejak H-10 hingga HH, jumlah penumpang dari Sumatera ke Jawa mencapai 480.613 orang atau meningkat 5,8%, dengan total kendaraan 102.031 unit atau tumbuh 11,5%.
Sebaliknya, trafik dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara pada Hari H tercatat 53.594 penumpang atau turun 4,3%, dengan total kendaraan 13.383 unit atau turun 5,7%.
Namun secara kumulatif, pergerakan tetap menunjukkan tren positif dengan total penumpang mencapai 952.458 orang atau naik 1%, serta kendaraan sebanyak 253.049 unit atau meningkat 5,6%.
Di sisi lain, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pengelolaan arus balik harus dilakukan secara adaptif dan responsif terhadap dinamika di lapangan, termasuk optimalisasi kapasitas layanan dan penguatan buffer zone.
Dengan kesiapan operasional, penguatan digitalisasi layanan melalui Ferizy, serta sinergi seluruh pihak, layanan penyeberangan di lintasan Sumatera–Jawa diyakini akan terus mengalir lancar, aman, dan terkendali hingga periode puncak terlewati. (nano)















Facebook Comments