
Sukoharjonews.com – Kulit yang kering merupakan masalah yang cukup besar bagi beberapa orang yang merasakan hal ini. Pikiran pertama saat mengalami kulit kering mungkin adalah menggunakan pelembap. Meskipun hal ini akan membantu dan mungkin akan melihat perubahannya dalam beberapa menit, hal tersebut merupakan solusi sementara.
Mungkin akan lebih bermanfaat untuk mengetahui penyebab kekeringan sejak awal. Mungkin akan terkejut dengan apa yang ditemukan — beberapa dehidrator kulit bersembunyi di tempat yang mengejutkan. Dikutip dari Everyday Health, Selasa (9/1/2024) berikut merupakan penyebab dari kulit kering yang mungkin anda alami:
1. Wewangian berpotensi menyebabkan iritasi kulit
“Pewangi cenderung mengiritasi kulit kering atau memperburuk keadaan, jadi hindari deodoran dan produk perawatan kulit yang mengandung pewangi,” kata Amy Forman Taub, MD, asisten profesor klinis dermatologi di Northwestern University Feinberg School of Medicine Chicago. Periksa daftar bahan untuk kata “wewangian”, dan ingatlah bahwa “bebas wewangian” adalah teman Anda.
Lotion dan krim tubuh mungkin lebih berbahaya daripada manfaatnya jika dikemas dengan parfum. Baca label dengan cermat. Minyak lavender dan minyak nabati lainnya memiliki sifat pengawet alami dan digunakan dalam kosmetik yang mungkin masih diberi label “bebas pewangi”.
2. Sabun dapat menyerap kelembapan kulit dan kulit kepala
Penting untuk hati-hati memilih sabun cuci muka, sabun mandi, dan deterjen. Hanya menggunakan sabun mandi yang melembapkan lebih baik daripada sabun batangan yang keras, kata Jeffrey Benabio, MD, dokter kulit di Kaiser Permanente di San Diego. Sebagai gantinya, carilah sabun cuci yang lembut.
3. Genetika dapat memengaruhi risiko kulit kering
Para peneliti mengatakan bahwa kulit kering dapat diturunkan. Menurut sebuah penelitian, mutasi pada gen yang mengontrol produksi protein filaggrin yang berperan dalam membentuk dan menghidrasi pelindung kulit dapat menyebabkan beberapa kondisi kulit. Orang dengan mutasi ini (sekitar 10 persen populasi, menurut penelitian) menderita kulit lebih kering dan memiliki peluang lebih besar terkena eksim. Jika Anda selalu memiliki kulit kering atau merupakan penyakit keturunan, penting bagi Anda untuk rajin memakai pelembap setiap hari.
4. Air yang berkosentrasi keras dapat mencegah penyerapan pelembab
Jika air keran mengandung mineral dengan konsentrasi tinggi seperti magnesium dan kalsium, maka air tersebut disebut air sadah. Mineral tersebut dapat meninggalkan lapisan pada kulit yang menyebabkan kekeringan. Pakai produk perawatan kulit yang mengandung vitamin A dan C ke dalam rutinitas Anda karena produk tersebut melawan lapisan yang disimpan oleh air sadah.
5. Obat jerawat dan retinol mempercepat pergantian sel kulit, menyebabkan kekeringan
Asam salisilat sangat bagus dalam mengobati jerawat, tetapi juga dapat mengeringkan kulit saat pertama kali digunakan. Kekeringan juga merupakan efek samping umum dari retinol , dan itu terjadi karena retinol melonggarkan hubungan antar sel di permukaan kulit, menurut sebuah penelitian.
6. Udara kering, di dalam atau di luar, dapat meningkatkan gejala kulit kering
Terkadang udara di dalam ruangan bisa memberikan dampak yang sama buruknya bagi kulit seperti halnya udara di luar. Udara paksa, terutama panas, dapat menurunkan tingkat kelembapan, membuat kulit terasa kering dan gatal. Humidifier dapat membantu mengembalikan kelembapan udara di rumah.
7. Sering mencuci tangan dapat menyebabkan kemerahan dan iritasi
Terlalu sering mencuci tangan dapat menyebabkan kulit kering dan pecah-pecah. Hal ini dapat menjadi masalah besar bagi orang-orang yang bekerja di industri yang sering mengharuskan mencuci tangan, seperti layanan kesehatan.
Untuk mengurangi efek pengeringan akibat kebiasaan sanitasi Anda, gunakan air hangat (air panas menghilangkan kelembapan kulit), pilihlah sabun yang melembapkan, keringkan tangan dengan lembut, dan akhiri dengan beberapa jenis losion atau salep.
8. Mandi air panas dalam waktu lama dapat menyebabkan dehidrasi kulit
Mandi air panas bisa menimbulkan masalah pada kulit. Disarankan untuk membatasi mandi tidak lebih dari lima menit dan menjaga suhu air tetap hangat, tidak panas. Setelah itu, oleskan krim pelembab dalam waktu satu menit setelah selesai mandi,. Pelembab bekerja paling baik pada kulit lembab.
9. Penuaan dapat meningkatkan kekeringan kulit
Kulit kering cenderung menjadi masalah seiring bertambahnya usia. Orang dewasa berusia 40 tahun atau lebih berisiko lebih tinggi mengalami kulit kering, dan hal ini memengaruhi sekitar setengah dari individu dalam kelompok usia ini. Disarankan untuk mencari pelembab yang mengandung ceramide, humektan (seperti asam hialuronat atau gliserin), dan petrolatum. Bahan-bahan ini membantu mengembalikan kelembapan yang hilang dan dengan cepat memperbaiki pelindung kulit.
10.Kondisi medis tertentu dapat menyebabkan kulit kering
Masalah kulit seperti psoriasis dan eksim dapat membuat kulit lebih rentan terhadap kekeringan. Namun kulit kering juga bisa mengindikasikan sesuatu yang tampaknya tidak berhubungan, seperti diabetes, penyakit tiroid, penyakit ginjal, malnutrisi, atau HIV. Waspadai area yang meradang, pengerasan kulit, rasa gatal yang hebat, hiperpigmentasi, dan bercak kasar, bersisik, atau bersisik pada kulit dan menganggapnya sebagai petunjuk bahwa sudah waktunya mengunjungi dokter.
Setelah mengetahui penyebab utama kekeringan tersebut, dokter dapat membantu Anda menentukan pengobatan yang tepat. (wisnu-mg4/nano)



Facebook Comments