Tak Berkategori  

Penyakit Parasit Darah yang Menyerang Sapi Baru Kali Pertama Terjadi di Sragen

banner 468x60
Pemeriksaan sapi oleh petugas kesehatan hewan setelah muncul kasus kematian mendadak belasan sapi di Sragen. (Foto: Pemkab Sragen)

Sukoharjonews.com (Sragen) – Sebanyak 18 ekor sapi diketahui mati mendadak di Kabupaten Sragen mulai Januari-April 2022. Kematian sapi tersebut diketahui karena penyakit pasasit darah (babesia). Penyakit tersebut dapat menular ke hewan tapi tidak bisa menular ke manusia. Wabah penyakit tersebut diketahui baru kali pertama terjadi di Sragen.


Dikutip dari laman Pemkab Sragen, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Sragen, Rina Wijaya, mengatakan penyakit parasit darah (babesia) kali pertama menjangkit di wilayah Sragen. Penyakit yang menjangkit hewan ternak itu secara fisik tidak terlihat, karena yang diserang sel-sel darah merah.

“”Awalnya kami khawatir antraks, namun setelah diuji laboratorium ternyata tidak ada indikasi antraks. Kemudian kami menyelidiki terus dan sepekan kemudian diketahui penyebabnya parasit darah,” lanjutnya.

Kabid Kesehatan Hewan Disnakan Sragen, Toto Sukarno, menambahkan bahwa pencegahan yang dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang, penyemprotan insektisida, pengobatan, dan seterusnya. Penyakit parasit darah dibawa oleh lalat besar penghisap darah yang kenal dengan caplak.

“Jadi, saat lalat mengigit sapi saat itu pula ada parasit darah yang masuk ke jaringan darah sapi. Dalam kurun waktu tertentu parasit itu menyerang trombosit darah dan menyebabkan kematian sapi. Ya, seperti nyamuk tetapi yang dibawa nyamuk itu virus. Penyakit ini tidak menular ke manusia tetapi bisa menular ke hewan,” paparnya.

Toto mengatakan jika 18 ekor sapi yang mati itu langsung dikubur dan tidak ada yang dikonsumsi. Sapi yang mati itu, rata-rata berusia 3-4 tahun dengan jenis kelamin jantan dan betina.

Disnakan Sragen mencatat populasi sapi di Kabupaten Sragen mencapai 89.000 ekor untuk semua umur. Mulai pedet sampai dewasa, baik jantan maupun betina. Untuk itu, Disnakan berharap penyakit parasit darah tersebut tidak menyebar ke kecamatan lainnya. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *