Sukoharjonews.com -Memilih gaya pengasuhan anak belum tentu merupakan keputusan sadar yang kita buat saat menjadi orang tua. Seringkali, gaya mengasuh anak berasal dari pengalaman kita sendiri saat tumbuh dewasa. Ada yang mungkin ingin meniru kelebihan unik yang diteladani orang tuanya. Orang lain mungkin menggunakan pengalaman masa kecil mereka sebagai cetak biru tentang apa yang harus dihindari dalam gaya mengasuh anak saat ini.
Dilansir dari guidepost montessori, Rabu (10/7/2024), salah satu kualitas paling bermakna dari pengasuhan yang lembut adalah penekanannya pada refleksi. Merefleksikan belas kasih yang Anda berikan kepada anak Anda adalah inti dari pendekatan ini. Ada banyak sekali gaya pengasuhan yang perlu dipertimbangkan, yang terkadang terasa membebani. Jika pola asuh yang lembut adalah hal baru bagi Anda, panduan untuk pemula ini dapat membantu memandu Anda memahami semua hal untuk mengetahui apakah hal tersebut cocok untuk keluarga Anda.
Apa itu Pola Asuh yang Lembut?
Pola asuh yang lembut adalah pendekatan pengasuhan yang mendorong kemitraan antara Anda dan anak untuk membuat pilihan berdasarkan kemauan internal, bukan tekanan eksternal. Gaya pengasuhan ini meminta Anda untuk menyadari perilaku yang Anda contohkan untuk anak Anda, mendorong kasih sayang, menyambut emosi dan menerima anak sebagai makhluk yang utuh dan cakap.
Pendekatan ini tidak mengikuti serangkaian aturan yang ketat. Itu tidak diciptakan oleh pakar gaya hidup atau pengasuhan anak, juga tidak berasal dari tren selebriti. Filosofi pengasuhan yang lembut mencakup beragam strategi yang mungkin sudah Anda kenal. Sarah Ockwell-Smith, pakar parenting dan penulis The Gentle Parenting Book , merangkum pengasuhan lembut dalam tiga kata: empati, pengertian, dan rasa hormat.
Kesalahpahaman Umum Tentang Pola Asuh yang Lembut
Sangat mudah untuk menganggap filosofi pengasuhan yang lembut sebagai sesuatu yang bebas batas. Orang tua mungkin merasa khawatir untuk menerapkan pendekatan yang lebih lembut karena mereka mungkin khawatir akan kehilangan kendali. Mereka khawatir hal ini dapat menyebabkan anak mereka tidak dapat mengidentifikasi apa yang melanggar batas keselamatan mereka dan perlakuan mereka terhadap diri mereka sendiri dan orang lain. Meskipun ini merupakan kekhawatiran yang wajar, orang tua dapat yakin bahwa mengasuh anak dengan lembut tidak berarti menghindari disiplin atau batasan.
Bagaimana Pengasuhan yang Lembut dan Montessori Cocok Bersama
Pola asuh yang lembut memiliki beberapa kesamaan dengan metode Montessori. Untuk memulainya, keduanya mendorong anak untuk mengambil tanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Pola asuh yang lembut membutuhkan bimbingan anak Anda menuju kemandirian hingga tingkat emosional. Anak diajak untuk mengeksplorasi emosinya, dan orang tua secara konsisten memberikan teladan dalam menerima pengalaman anaknya, yang mengajarkan anak bagaimana mengelola perasaannya.(patrisia argi)
Tinggalkan Komentar