Penting untuk Diketahui, Ini Penjelasan Cara Setan Menggoda Agar Manusia Malas Bersedekah

Ilustrasi. (Foto: Freepik)

Sukoharjonews.com – Jalan kehidupan manusia di dunia ini tak semulus yang kita bayangkan, semuanya butuh perjuangan yang nyata, maupun kasat mata. Meski begitu kita tetap dianjurkan bersedekah dan saling menolong sesama, akan tetapi setan selalu mencari cara untuk menyengsarakan manusia dengan berbagai strateginya hingga menyurutkan niat bersedekah.

Dikutip dari Bincang Syariah, Sabtu (7/3/2026), berikut ini cara setan menggoda agar manusia malas bersedekah.

Cara Setan Menggoda
Salah satu Sahabat Nabi yang bernama Ibnu Abbas pernah berkata, ada dua hal dari pengaruh setan agar kita enggan bersedekah, kemudian beliau membaca Surat Al Baqarah, Ayat 268:

(الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ ۖ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ)

Artinya: Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu. Dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.

Menurut Imam Thabari dalam Tafsirnya, beliau menjelaskan bahwa setan memberi janji kepada manusia bahwa orang yang menyedekahkan hartanya ia akan menjadi fakir miskin, serta setan selalu membisikkan kepada manusia dengan segala cara agar manusia melakukan maksiat, atau kejahatan yang dilarang oleh Allah.

Sementara itu, Ibnu Abbas menjelaskan bahwa Allah memerintahkan kepada kita untuk selalu taat kepada Allah dan menyedekahkan sebagian hartanya supaya mendapatkan ampunan dan anugerah dari Allah. Taat kepada Allah berarti menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dengan sepenuh hati. Dalam ajaran Islam, ketaatan ini tidak hanya mencakup ibadah-ibadah ritual seperti salat dan puasa, tetapi juga perilaku sehari-hari yang mencerminkan nilai-nilai Islam seperti kejujuran, keadilan, dan kasih sayang.

Selain taat kepada Allah, menyedekahkan sebagian harta juga menjadi perintah yang sangat ditekankan. Sedekah adalah bentuk konkret dari kepedulian sosial dan kasih sayang kepada sesama manusia. Dengan menyedekahkan sebagian harta, kita tidak hanya membantu meringankan beban orang lain, tetapi juga membersihkan diri dari sifat kikir dan materialisme yang bisa menjauhkan kita dari Allah. Sedekah merupakan investasi spiritual yang akan membawa keberkahan dan anugerah dari Allah, baik di dunia maupun di akhirat.

Maka dari itu, kita seharusnya lebih hati-hati dengan memperbanyak ilmu agama agar terhindar dari pengaruh setan. Ilmu agama adalah cahaya yang akan membimbing kita dalam meniti jalan kebenaran. Dengan ilmu, kita akan memahami apa yang benar dan apa yang salah, serta bagaimana cara menjalankan perintah Allah dengan benar. Pengaruh setan yang selalu berusaha menyesatkan manusia hanya bisa dihindari dengan keteguhan iman dan pengetahuan yang mendalam tentang ajaran Islam.

Dengan demikian, kita menjadi manusia yang diampuni oleh Allah serta mulia dalam kehidupan ini. Pengampunan Allah adalah anugerah terbesar yang bisa kita peroleh, dan itu hanya bisa didapatkan dengan taat kepada-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Keberhasilan dalam hidup bukanlah semata-mata dinilai dari harta atau kedudukan, tetapi dari seberapa dekat kita dengan Allah dan seberapa banyak kita berbuat kebaikan kepada sesama.

Akhirnya, kehidupan yang mulia di dunia dan akhirat adalah tujuan utama setiap muslim. Untuk mencapainya, kita harus terus berusaha meningkatkan ketaatan kepada Allah dan memperbanyak amal kebaikan, termasuk menyedekahkan harta. Dengan demikian, kita akan mendapatkan ampunan dan anugerah dari Allah, serta hidup dalam keberkahan dan kemuliaan. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang mendapatkan ridha Allah dan dimasukkan ke dalam surga-Nya. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar