Sukoharjonews.com – Rasa malas mungkin pernah kita alami saat menjalankan ibadah yang diwajibkan oleh Allah SWT. Padahal orang yang malas beribadah itu perlahan hatinya menjadi keras, dan sulit untuk menerima nasehat orang lain. Bila hati sudah mengeras, maka kemalasan dalam beribadah akan ia jalani terus-menerus dalam kehidupannya. Bagaimana cara mengatasi rasa malas dalam beribadah?
Dikutip dari Bincang Syariah, Senin (2/2/2026), penyakit malas mudah sekali menghinggapi manusia. Ini karena memang tabiat manusia, kecuali mereka-mereka yang dirahmati Allah Swt. Untuk itu Rasulullah saw. senantiasa berdoa: “Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, sifat penakut dan kerentaan. Aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan kematian. Aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur.” (HR. Bukhari)
Syaikh Alwi bin Abdul Qadir As-Seggaf di dalam karyanya Mausu’ah Al-Ahlaq Al-Islamiyah (juz 2, hlm. 425) mengutip pernyataan Imam al-Kilabadzi yang menyatakan bahwa “malas” adalah kelesuan dalam diri manusia tentang hal-hal yang diwajibkan.
Sesungguhnya kelesuan ketika berkaitan dengan hal yang berlebihan atau sesuatu yang tidak semestinya, maka tidak dinamakan “malas”, melainkan di bawah perlindungan (‘ismah). Ketika berkaitan dengan kewajiban-kewajiban, maka dinamakan “malas”, yaitu rasa berat hati dan lesu untuk menunaikannya dan tidak sedang di bawah perlindungan (al-hidzlan) dan seterusnya. (Baca: Empat Penyebab Malas Menjalankan Ibadah)
Di antara sebab kemalasan adalah melakukan perbuatan dosa dan menunda amal kebaikan. Adapun penawarnya adalah menjauhkan diri dari perbuatan dosa dan tidak menunda amal baik. Cara mengatasi rasa malas dalam beribadah adalah sebagai berikut:
Pertama, berdoa agar senantiasa berpijak tetap di atas agama Islam.
Kedua, rutin berdzikir di pagi dan sore hari.
Ketiga, berteman dengan orang-orang shalih. (Baca: Ngaji al-Hikam: Bertemanlah dengan Orang yang Lebih Baik dari Kita)
Keempat, memperbanyak mengingat Allah dan beristighfar.
Kelima, memperbanyak melakukan ibadah sunnah.
Keenam, meminta keterangan dari orang-orang yang terkena penyakit malas.
Ketujuh, bertafakkur mengenai hari kiamat. Wallahu A’lam Bissawab. (nano)
Tinggalkan Komentar