Penting untuk Diketahui, Berikut Ini 3 Doa Setelah Shalat Taubat: Jalan Menuju Ampunan Ilahi

banner 468x60
Ilustrasi. (Foto: Freepik)

Sukoharjonews.com – Dalam artikel ini menjelaskan tentang 3 doa setelah shalat taubat. Sejatinya, manusia bukanlah makhluk yang luput dari kesalahan. Setiap langkah, ucapan, dan niatnya bisa saja tergelincir dalam dosa, baik yang disengaja maupun tidak.

Dikutip dari Bincang Syariah, Kamis (12/2/2026), namun, Islam sebagai agama rahmat tidak menutup ruang pengampunan. Justru, taubat adalah pintu kemuliaan yang dibuka selebar-lebarnya oleh Allah bagi hamba-hamba-Nya yang kembali dengan penuh penyesalan.

Nabi Muhammad SAW bersabda dalam sebuah hadis yang sangat populer:

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

Artinya: Setiap anak keturunan Adam adalah orang yang berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah orang yang bertaubat. (HR Ibnu Majah, no. 4251)

Hadis ini tidak hanya mengakui realitas manusia sebagai makhluk yang lemah, tapi juga menunjukkan bahwa kemuliaan seseorang bukan diukur dari tidak pernah berbuat dosa, melainkan dari kerendahan hatinya untuk kembali kepada Allah dengan taubat yang sungguh-sungguh.

Shalat Taubat: Gerbang Menuju Pengampunan
Salah satu bentuk taubat yang paling dianjurkan adalah shalat sunnah taubat, yaitu shalat dua rakaat yang dikerjakan secara khusus untuk memohon ampun atas dosa-dosa yang telah dilakukan.

Niat Shalat Taubat

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatat taubati rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ

Artinya: Aku niat shalat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta’ala.

Setelah melaksanakan shalat taubat, seseorang dianjurkan untuk memanjatkan doa-doa istighfar dan permohonan ampun kepada Allah dengan hati yang luluh, penuh harap, dan keyakinan bahwa Allah Maha Menerima Taubat.

3 Doa Setelah Shalat Taubat yang Dianjurkan
Berikut ini adalah tiga doa istimewa yang dapat dibaca setelah shalat taubat. Ketiganya bersumber dari Rasulullah SAW dan para ulama, serta mengandung makna yang dalam sebagai bentuk permohonan ampunan yang lengkap: pengakuan dosa, permohonan maaf, dan harapan akan rahmat Allah.

1. Istighfar Agung

أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullâhal ‘azhîm, alladzî lâ ilâha illâ huwa al-ḥayyul qayyûm, wa atûbu ilayh.

Artinya: Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri. Dan aku bertaubat kepada-Nya.

Doa ini sangat terkenal dalam tradisi Islam. Disebut dalam berbagai kitab hadits dan amalan harian para ulama. Ia mencerminkan kesadaran tauhid, pengagungan kepada Allah, dan ketulusan taubat dalam satu napas.

2. Sayyidul Istighfar (Penghulu Segala Istighfar)

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَىٰ عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Allâhumma anta rabbî lâ ilâha illâ anta, khalaqtanî wa anâ ‘abduka, wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa‘dika mâ istaṭa‘t, a‘ûdzu bika min syarri mâ ṣana‘t, abû’u laka bini‘matika ‘alayya, wa abû’u bidzanbî, faghfir lî, fa innahu lâ yaghfirudz dzunûba illâ anta.

Artinya: Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tiada Tuhan selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku akan berusaha setia pada janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang aku perbuat. Aku mengakui semua nikmat-Mu kepadaku, dan aku juga mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, karena tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau.

Dalam Shahih al-Bukhari disebutkan bahwa barangsiapa membaca doa ini di pagi hari, lalu wafat di hari itu, ia masuk surga, dan barangsiapa membacanya di malam hari lalu wafat, ia juga masuk surga (HR Bukhari, no. 6306). Ini menunjukkan betapa agungnya doa ini di sisi Allah ﷻ.

3. Doa Memohon Ampunan dari Segala Kesalahan

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي وَجَهْلِي، وَإِسْرَافِي فِي أَمْرِي، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي جِدِّي وَهَزْلِي، وَخَطَئِي وَعَمْدِي، وَكُلُّ ذٰلِكَ عِنْدِي.

Allâhummaghfir lī khaṭī’atī wa jahlī wa isrāfī fī amrī wa mâ anta a‘lamu bihi minnī. Allâhummaghfir lī jiddī wa hazlī wa khaṭa’ī wa ‘amdī wa kullu dzâlika ‘indī.

Artinya: Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kebodohanku, perbuatanku yang berlebihan dalam urusanku, dan apa yang Engkau lebih tahu daripada aku. Ya Allah, ampunilah aku dalam kesungguhanku dan candaanku, dalam kekeliruanku dan kesengajaanku. Semua itu ada pada diriku.

Doa ini diajarkan oleh Nabi SAW dalam berbagai konteks dan dicatat dalam hadits Shahih Muslim (no. 2719). Ia menunjukkan kelengkapan dimensi manusia dalam berbuat dosa, baik dalam keseriusan maupun kelalaian, kesengajaan maupun ketidaktahuan.

Dengan demikian, taubat adalah karunia, bukan beban. Ia adalah undangan cinta dari Allah kepada hamba-Nya, sebagaimana firman-Nya:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang mensucikan diri.” (QS Al-Baqarah: 222)

Jika dosa adalah lumpur yang menodai jiwa, maka taubat adalah air jernih yang mengembalikan fitrah kita. Maka jangan tunda taubat. Jangan ragu untuk menangis di hadapan-Nya. Jangan malu untuk kembali, karena Allah tidak pernah jemu memberi ampunan. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *