Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Mencuatnya pemberitaan mengenai dugaan intimidasi dan kekerasan yang dialami oleh mahasiswa Prodik Teknik Industri Univet Bantara Sukoharjo membuat pihak kampus Univet buka suara. Dengan tegas, Univet membantah adanya intimidasi dan kekerasan. Bahkan, masalah antara organisasi internal kampus Univet dengan organisasi eksternal Univet sudah selesai dalam mediasi.
“Tidak ada intimidasi, tidak ada kekerasan. Saya sudah minta penjelasan semua mahasiswa,” jelas Dekan Fafultas Teknik Univet Bantara Sukoharjo, Hendramawat Aski Safarizki, Kamis (31/3/2022).
Menurutnya, selama tidak ada laporan yang masuk terkait adanya kekerasan di kampus. Baik itu laporan secaa tertulis maupun laporan secara lisan. Hendra mengaku rilis soal intimidasi dan kekerasan yang menimpa mahasiswa AS, sama sekali tidak benar.
Kabiro Kemahasiswaan Univet Bantara, Hamda Kharisma, juga mengatakan hal senada. Menurutnya, dirinya sudah melakukan konfirmasi dan klarifikasi terkait rilis yang menyatakan sudah melaporkan ke Wakil Rektor 3 dan belum ada respon.
“Belum ada laporan sama sekali, kalau ada pasti sudah ditindaklanjuti,” tandasnya.
Disinggung tentang tudingan adanya intimidasi dan kekerasan, Hamda juga membantahnya. dari klarifikasi yang dilakukan, tidak ada intimidasi dan kekerasan psikis pada AS. Menurutnya, jika ada intimidasi dan kekerasan di dalam kampus, pasti langsung ditindak tegas pelakunya.
Sedangkan terkait larangan ikut organisasi diluar kampus, Hamda mengatakan tidak ada larangan sama sekali. Namun, dalam kasus AS, Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) memang memberlakukan aturan pengurus HMTI menjadi pengurus di organisasi eksternal kampus.
“Masalahnya AS itu pegurus HMTI sehingga tidak diperbolehkan jadi pengurus organisasi diluar kampus. Intinya, kampus membebaskan mahasiswa bergabung dalam organisasi apapun asalkan bukan organisasi terlarang,” tegasnya.
Kepala Humas dan Kerjasama Univet, Veronika Unun Pratiwi, menambahkan jika pengirim rilis terkait dugaan intimidasi dan kekerasan tersebut bukan mahasiswa Univet Bantara. “Kami sudah melakukan klarisifikasi pada HMTI dan tidak ada intimidasi maupun kekerasan seperti yang dituduhkan,” ujarnya.
Veronika juga membantah tudingan mahasiswa HMTI meminta handphone AS dan menghapus semua kontaknya. Dekan Fakultas Teknik, Hendramawat kembali mengatakan, kesalahpahaman antar organisasi internal Univet dan organisasi eksternal sudah selesai dalam medianya pada Rabu (30/3/2022) sore.
“Sudah ada mediasi dan selesai, sudah saling jabat jangan, foto bersama, tapi begitu selesai mediasi malah muncul berita itu, itulah yang kami sayangkan,” ujarnya. (nano)
Tinggalkan Komentar