Pengobatan Gratis Untuk Warga Terdampak Bau PT RUM

Warga terdampak bau PT RUM di Desa Kedungwinong, Nguter mengikuti pengobatan gratis yang digelar oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo, Rabu (14/2).

Sukoharjonews.com (Nguter) – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo menggelar bhakti sosial untuk warga terdampak bau PT Rayon Utama Makmur (PT RUM). Bakti sosial tersebut digelar di MIM Kedungwinong, Nguter, Rabu (14/2). Sejumlah kegiatan digelar oleh PDM dimana salah satunya adalah pengobatan gratis untuk warga.


Layanan pengobatan gratis yang digelar PDM tersebut digunakan oleh warga sekitar untuk berobat. Ada yang mengeluh pusing dan mual karena dampak bau limbah PT RUM, ada pula yang mengeluhkan penyakit lainnya. Seperti yang diungkapkan warga Dukuh Kedungwinong RT 4/01, Poniyem, 60, yang mengaku kepalanya pusing dan sering lual ketika bau dari PT RUM.

“Baunya memang tidak setiap saat, tapi ada jam-jam tertentu. Saat bau itulah kepala pusing dan mual. Karena ada pengobatan gratis, saya ikut datang untuk periksa,” ujarnya.

Diakui Poniyem, sampai saat ini masih tercium bau tidak sedap yang dikeluarkan oleh PT. RUM. Menurutnya, biasanya bau menyengat itu mulai muncul dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Setelah itu ada jeda dan muncul lagi beberapa jam kemudian hingga malam hari.

Warga Dukuh Krebet RT 01/05, Tukiman, 66, mengungkapkan hal senada. Menurutnya, dia merasakan bau saat pagi hari. Dia mendesak agar segera ada tindakan untuk menghilangkan bau tersebut. ”Saya kalau pas mau makan ada bau itu sama sekali tidak nyaman,” katanya.

Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Sukoharjo Eko Pujiatmoko mengatakan, pengobatan gratis tersebut digelar atas kerjasama dengan KNPI Sukoharjo dan PKU Muhammadiyah. Kegiatan lainnya yang digelar adalah layanan psikososial dari TK Imam Syuhodo untuk tiga sekolah. Masing-masing BA Aisyiah Kedungwinong, RA Nur Salam Juron, RA At Taqwa Pengkol.

“Kami juga membagikan 117 botol Oxycan dan 100 box masker kepada 18 sekolah dan masyarakat serta pemaparan gejala penyakit ISPA pada masyarakat,” ujarnya.

Eko berharap kegiatan serupa juga dilakukan oleh elemen masyarakat yang lain. Sehingga, semua masyarakat terdampak limbah bau PT RUM bisa dijangkau. Pasalnya, warga yang terdampak sangat menderita akibat bau dari PT RUM tersebut. (erlano putra)


Erlano Putra:
Tinggalkan Komentar