Penderita Diabetes, Perhatikan! Anda Bisa Mengonsumsi Ubi Jalar untuk Mengontrol Gula Darah

Ubi jalar untuk penderita diabetes. (Foto: Shutterstock)

Sukoharjonews.com – Ubi jalar atau shakarkandi telah disebut sebagai ‘makanan super’ oleh Asosiasi Diabetes Amerika untuk Diabetes. Inilah mengapa ubi jalar wajib ditambahkan ke dalam diet penderita diabetes.

Kebanyakan dari kita pernah merasa bersalah karena melahap keripik kentang goreng atau kentang goreng tanpa berpikir, bukan? Lagipula, kentang dicintai di seluruh dunia, dan tidak mudah untuk menjauhinya! Namun, terlepas dari betapa lezatnya kentang, jika dimakan berlebihan, pati yang dikandungnya dapat membuat kadar gula darah Anda melonjak—terutama bagi mereka yang menderita diabetes tipe-2.

Dikutip dari Healthshots, Kamis (2/10/2025), itu tidak berarti Anda harus mengucapkan selamat tinggal pada keinginan makan kentang. Bagaimana kalau menggantinya dengan alternatif yang lebih sehat? Di situlah ubi jalar berperan. Makanan super ini dikenal karena segudang manfaatnya, termasuk mengatur glukosa atau gula darah. Terlebih lagi, ubi jalar juga mengandung antioksidan tertentu untuk mencegah penyakit kronis, di antara manfaat lainnya.

Mengapa ubi jalar aman untuk penderita diabetes?
Alasan utama mengapa ubi jalar baik untuk penderita diabetes adalah karena indeks glikemik (IG)-nya yang rendah. Makanan yang memiliki indeks glikemik tinggi dapat meningkatkan kadar gula darah, dan sangat dilarang bagi mereka yang menderita diabetes tipe-2.

Selain itu, ubi jalar mengandung karotenoid yang disebut beta-karoten, yang merupakan sumber vitamin A yang kaya. Zat ini juga memberi sayuran ini warna oranye yang kaya!

Bukan itu saja: Sayuran ini juga mengandung vitamin C dalam jumlah tinggi, yang dikenal dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh. Selain itu, ubi jalar juga kaya akan zat besi, yang membantu sel darah merah menghasilkan oksigen dan mengangkut nutrisi ke seluruh tubuh.

Makanan super ini juga menawarkan protein nabati, yang membantu Anda merasa kenyang lebih lama dan mempercepat penurunan berat badan. Dan itu kabar baik jika Anda ingin meningkatkan sensitivitas insulin Anda. Terakhir, ubi jalar merupakan sumber serat yang kaya, yang merupakan kabar baik bagi sistem pencernaan Anda!

“Ubi jalar memiliki segalanya dan lebih banyak lagi, yang menjadikannya makanan super. Karena kaya serat, ubi jalar membantu mengontrol glukosa dengan lebih baik. Ubi jalar mengandung vitamin A dan C dalam jumlah tinggi yang membantu melawan peradangan. Namun, ingatlah untuk mengontrol ukuran porsi, itu sangat penting,” ujar Dr. Lovneet Batra, ahli gizi klinis terkemuka yang bekerja di Fortis La Femme Delhi.

Berapa banyak ubi jalar yang boleh dikonsumsi penderita diabetes?
Meskipun ubi jalar merupakan pilihan yang baik untuk penderita diabetes, penting untuk diingat bahwa ubi jalar tetap mengandung karbohidrat! Itulah mengapa penting untuk mengontrol porsi. Dr. Lovneet menyarankan setengah cangkir ubi jalar sudah cukup baik, karena setara dengan 15 gram karbohidrat.

Dan bagaimana cara terbaik untuk mengonsumsi ubi jalar?
Hal lain yang perlu diingat: cara Anda mengonsumsi ubi jalar memengaruhi manfaat nutrisinya. Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition and Metabolism pada Oktober 2011, metode memasak tertentu seperti memanggang dan membakar dapat menghilangkan manfaat nutrisi dari sayuran ajaib ini, sekaligus meningkatkan IG-nya.

Di sisi lain, ubi jalar rebus memiliki nilai IG terendah, menurut studi tersebut. Hal ini karena air mendidih melunakkan pati, dan membuatnya lebih mudah dicerna. Itulah mengapa memakannya dalam bentuk rebus adalah pilihan terbaik bagi penderita diabetes!

Mungkin membosankan, tetapi Anda dapat meningkatkan rasanya dengan menaburkan kayu manis, bubuk cabai, air perasan lemon, dan lada hitam! Jadi, tunggu apa lagi? Beralihlah ke ubi jalar sekarang dan dapatkan banyak manfaatnya! (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar