Sukoharjonews.com (Jakarta) – Pembangunan Rumah Sakit UPT Vertikal Papua yang berlokasi di Universitas Cenderawasih, Abepura telah diselesaikan oleh PT Brantas Abipraya. Proyek ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung visi Asta Cita yang bertujuan memperkuat sektor kesehatan menuju Indonesia Emas 2045.
Keberadaan rumah sakit ini diharapkan dapat meningkatkan layanan kesehatan serta mendukung pemerataan akses medis di wilayah Papua dan sekitarnya. Rumah sakit ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat layanan kesehatan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan bagi tenaga medis di Papua.
Dengan mengusung konsep modern green building, bangunan ini dirancang menggunakan teknologi Building Information Modelling (BIM) agar lebih efisien dan berkelanjutan. Selain itu, ornamen rumah sakit juga dihiasi dengan motif-motif adat Papua sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal.
Diharapkan, fasilitas ini dapat menjadi pusat rujukan utama di wilayah timur Indonesia, sekaligus mengurangi kesenjangan layanan kesehatan antara daerah perkotaan dan pedesaan.
Direktur Operasi II Brantas Abipraya, Purnomo, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada perusahaannya dalam membangun rumah sakit ini.
“Kami sangat bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepada Brantas Abipraya untuk membangun fasilitas kesehatan yang sangat penting bagi masyarakat Papua,” terangnya, dikutip dari laman KabarBUMN, Sabtu (15/2/2025).
Ia juga berharap dengan selesainya pembangunan ini, layanan kesehatan di Papua dapat meningkat secara signifikan serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Rumah Sakit UPT Vertikal Papua dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern, termasuk ruang rawat inap, ruang operasi, unit gawat darurat, dan berbagai fasilitas penunjang lainnya.
Dalam pembangunannya, Brantas Abipraya menerapkan sistem yang ramah lingkungan, mulai dari penggunaan bahan bangunan yang berkelanjutan hingga sistem pengelolaan limbah yang efisien. Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur yang mendukung aspek keberlanjutan.
Selama proses konstruksi, Brantas Abipraya juga memberdayakan masyarakat lokal dengan melibatkan tenaga kerja dari Papua. Langkah ini tidak hanya mempercepat pembangunan rumah sakit, tetapi juga berdampak positif bagi perekonomian daerah.
Dengan adanya keterlibatan masyarakat, proyek ini tidak hanya menjadi fasilitas kesehatan, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi penduduk setempat.
“Pembangunan rumah sakit ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat Papua dalam jangka pendek, tetapi juga akan memberikan dampak jangka panjang bagi pembangunan kesehatan di wilayah timur Indonesia.”
“Kami berharap rumah sakit ini dapat menjadi pusat rujukan kesehatan yang berkualitas dan mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat Papua,” tambah Purnomo.
Dengan beroperasinya rumah sakit ini, Brantas Abipraya semakin mengukuhkan perannya dalam mendukung pembangunan infrastruktur kesehatan yang berkualitas. Keberhasilan proyek ini menjadi bukti nyata dari kolaborasi antara Brantas Abipraya, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan visi Asta Cita 2045.
(nano)
Tinggalkan Komentar