Sukoharjonews.com (Jakarta) – Pembangunan infrastruktur sumber daya air nasional tengah dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya (Persero), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) konstruksi. Salah satu buktinya adalah melalui pembangunan Bendungan Bagong yang berlokasi di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
Sejalan dengan program Asta Cita yang dicanangkan Presiden Prabowo, pembangunan bendungan ini merupakan upaya Brantas Abipraya dalam memenuhi misi ketahanan pangan dan ketahanan air.
“Bendungan Bagong ini merupakan bendungan multiguna yang tidak hanya sebagai sumber air baku, melainkan juga sebagai pengendali banjir dan sumber daerah irigasi,” ujar Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, dikutip dari laman KabarBUMN, Jumat (11/7/2025).
Nantinya bendungan ini dapat meningkatkan Daerah Irigasi (DI) di Trenggalek seluas 867 hektare (ha). Bendungan Bagong didesain dengan tipe urugan zonal dengan tinggi puncak inti tegak 80m dan panjang 667m.
Berkapasitas daya tampung 17,4 juta meter kubik, bendungan ini memiliki luas genangan 73,45 ha. Dengan sumber air dari Sungai Bagong, bendungan ini yang akan bermanfaat untuk mengairi sebanyak 1.021 hektare daerah irigasi di Trenggalek.
Selain itu, bendungan ini juga yang akan berguna untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air baku sebesar 153 liter per detik.
Bendungan yang terletak di Desa Sumurup dan Sengon, berjarak 10 kilometer dari pusat kota Kabupaten Trenggalek ini mendapatkan sumber air yang berasal dari Sungai Bagong dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) 39,95 kilometer persegi.
Dian menambahhkan, dengan kapasitas tampung mencapai 17,40 juta m³, bendungan ini mampu mereduksi debit banjir Sungai Bagong hingga 78,44% sekaligus memberikan dampak positif terhadap pengelolaan DAS di kawasan tersebut.
“Pembangunan bendungan ini juga merupakan upaya Brantas Abipraya dalam mitigasi krisis air dan kekeringan yang terjadi pada climate change,” tambah Dian. (nano)
Tinggalkan Komentar