Sukoharjonews.com (Jakarta) – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) telah dibangun PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. Hal itu merupakan bentuk komitmen dalam pengembangan energi baru terbarukan berbasis panas bumi.
Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulubelu Gunung Tiga di Provinsi Lampung, dengan kapasitas 55 megawatt (MW). Proyek energi bersih tersebut baru saja diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto, Kamis (26/6).
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menegaskan peran penting Pertamina dalam transisi energi nasional. Menurutnya, Pertamina berkomitmen penuh mengembangkan energi berbasis geothermal yang potensinya sangat besar di Indonesia.
“Sesuai yang diamanahkan Pemerintah, Pertamina menjadi tulang punggung pembangunan energi berkelanjutan mendukung ketahanan energi nasional,” jelas Simon.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, mengungkapkan bahwa saat ini Pertamina mengelola kapasitas terpasang panas bumi sebesar 1.877,5 MW, menjadikannya yang terbesar di Indonesia.
Produksi listrik dari panas bumi Pertamina mencapai 4.827,22 gigawatt hour (GWh) per tahun. Fadjar juga menambahkan bahwa proyek PLTP Ulubelu Gunung Tiga yang berada di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Waypanas, Lampung, akan menambah kapasitas energi geothermal sebesar 55 MW.
“Pertamina mengalokasikan investasi sebesar USD 36,62 juta untuk kegiatan eksplorasi. Proses pekerjaan infrastruktur telah dimulai pada April 2025 dan pengeboran eksplorasi sumur pertama akan dilakukan pada Agustus 2025.
“Proyek ini menyerap 249 tenaga kerja yang mayoritas dari tenaga kerja lokal,” terangnya.
Dengan dukungan para pemangku kepentingan, Fadjar berharap pembangunan PLTP Ulubelu Gunung Tiga dapat selesai sesuai target dan mempercepat agenda transisi energi nasional serta mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada 2060.
“Dengan dukungan stakeholder, pembangunan PLTP ini diharapkan selesai sesuai target sehingga bisa mempercepat agenda transisi energi dan target NZE pada 2060 bisa tercapai bahkan lebih cepat,” tambah Fadjar. (nano)
Tinggalkan Komentar