Sukoharjonews.com – Angka pensiun tiap tahun Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sukoharjo cukup tinggi. Rata-rata, jumlah ASN yang pensiun sekitar 400-500 orang setiap tahun. Angka tersebut tidak sebanding dengan jumlah tambahan pegawai baru melalui rekrutmen ASN selama ini. Baik untuk jumlah CPNS maupun PPPP.
“Jumlah kuota rekrutmen ASN yang diberikan pemerintah pusat tiap tahunnya selama ini masih dibawah angka ASN yang pensiun,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sukoharjo Sumini, Minggu (22/6/2025).
Sumini mengaku, sebelumnya angka ASN yang pensiun dikisaran 400 orang setiap tahun, namun dalam dua tahun terakhir jumlahnya naik hingga 500 orang.
ASN yang pensiun tersebut berdampak pada berkurangnya jumlah pegawai di lingkungan Pemkab Sukoharjo. Tambahan pegawai dilakukan melalui jalur penerimaan ASN dan PPPK. Namun kuota yang diberikan pemerintah pusat masih rendah dan belum sebanding dengan jumlah pegawai pensiun.
“Angka ASN pensiun tinggi sekitar 400-500 orang setiap tahun. Sedangkan tambahan pegawai baru status CASN dan PPPK setiap tahun masih rendah sekitar 100 orang. Memang tidak sebanding tapi tambahan pegawai baru ini akan dimaksimalkan karena mereka berusia muda,” terangnya.
Pemkab Sukoharjo sudah berusaha mengajukan usulan penambahan pegawai baru baik CASN dan PPPK setiap tahun kepada pemerintah pusat dengan jumlah banyak. Pengajuan dilakukan untuk menyeimbangkan kebutuhan pegawai setelah banyak ASN pensiun.
Pemerintah pusat tetap memberikan kuota tambahan pegawai baru baik CASN dan PPPK dengan jumlah terbatas. Hal ini menyesuaikan dengan kemampuan keuangan pemerintah.
“Beberapa tahun ini memang kuota untuk PPPK cukup banyak. Tapi tetap saja masih kurang untuk memenuhi angka ideal pegawai pemerintah,” lanjutnya.
Sumini menjelaskan, dibukanya penerimaan CASN dan PPPK setiap tahun cukup membantu. Seperti dilakukan pada tahun 2024 lalu.
Pemkab Sukoharjo memetakan tiga formasi yang membutuhkan banyak tambahan pegawai baru dengan status ASN maupun PPPK. Ketiga formasi tersebut yakni, guru, tenaga kesehatan dan tenaga teknis.
Pegawai dengan status ASN di tiga formasi tersebut juga paling banyak menyumbang angka pensiun. Karena itu kekurangannya segera ditambah dari pusat.
“Guru, tenaga kesehatan dan teknis. Kebutuhannya seperti itu dan tiga formasi itu yang sering membuka lowongan tambahan pegawai baru paling banyak,” lanjutnya.
Pemkab Sukoharjo mencatat angka ASN yang ada sekarang pada kisaran 7.000 sampai 8.000 orang. Jumlah tersebut terus mengalami penurunan signifikan setiap tahun karena disebabkan banyaknya ASN pensiun.
Sumini mengatakan, belum ada informasi apapun terkait formasi ASN/CPNS dan PPPK tahun 2025. Pemkab Sukoharjo masih menunggu kejelasan informasi dari pemerintah. Sebab penerimaan tambahan pegawai baru sepenuhnya menjadi kewenangan pusat. (nano)
Tinggalkan Komentar