
Sukoharjonews.com (Tawangsari) – Baru berumur 23 tahun. Dia adalah seorang pemuda yang ditemukan tewas di Dukuh Muningan RT 01/02, Desa Watubonang, Kecamatan Tawangsari, Selasa (29/1). Sangat disayangkan memang. Pemuda tersebut diketahui bernama Dadang Ramadhon. Sebenarnya, korban sempat dibawa ke Puskesmas Tawangsari, namun nyawa korban tidak tertolong.
Penyebab kematian sendiri diduga kuat karena minuman keras. Pasalnya, sebelum korban diketahui tewas, bersama beberapa temannya diketahui mabuk-mabukan. Hal itu bermula pada Selasa (29/1) sekitar pukul 16.30 WIB korban datang ke rumah rekannya Andriyanto, 23, di dukuh Ngadirejo RT 01/02, Desa Karangmojo, Kecamatan Weru. Saat itu, korban membawa miras dalam botol air mineral sebanyak 1 liter yang berisi setengah botol.
Aksi minum miras tersebut dilakukan dipinggir sungai Ngadiwerno. Setelah minum miras, korban diketahui tertidur. Melihat hal itu, Andriyanto lantas menghubungi Agus Hari Pamungkas warga Watubonang, Tawangsari untuk datang minum bersama. Keduanya lantas menghabiskan miras yang tersisa.
“Pukul 20.00, Andriyanto pulang dan korban pulang bersama Agus ke Tawangsari dan sempat terjatuh dari motor,” ujar Kasatreskrim Polres Sukoharjo AKP Rifeld Constantien Baba.
Setelah itu, Agus dan Andriyanto membawa korban ke Puskesmas Weru pada pukul 20.30 WIB. Korban mendapat perawatan medis karena terluka dihidung dan kaki. Usai mendapatkan perawatan medis, korban tidak mau diantar pulang. Akhirnya, Andriyanto dan Agus Hari Pamungkas berhenti di dukuh Tengklik Desa Watubonang. Di lokasi tersebut mereka bertemu Yogi Prasetyo, 22.
Pukul 22.00 WIB, korban diajak ke rumah Aan Hermawan warga dukuh Muningan, Desa Watubonang dan setelah itu Agus, Andriyanto dan Yogi pulang ke rumah masing-masing. Dirumah Aan, korban lantas tidur beralaskan tikar. Namun, pada Rabu (30/1) pukul 06.00 tadi padi, Aan mendapati korban sudah dalam keadaan kaku dan memberitahu kejadian itu pada Agus Hari Pamungkas.
“Setelah datang ke rumah Aan, Agus menghubungi Andriyanto membicarakan tentang kondisi korban.Setelah itu kondisi korban dilaporkan pada keluarga,” papar Kasatreskrim.
Kapolsek Tawangsari AKP Agus Suharsoyo menambahkan, setelah diketahui tewas, korban sempat diperiksa petugas medis tidak ada tanda-tanda kekerasan. Petugas hanya mendapatkan aroma alkohol dari korban. Korban diduga meninggal karena menenggak miras oplosan. Kapolsek mengaku keluarga korban sudah menerima kejadian itu. (erlano putra)















Facebook Comments