Pemprov Jateng Targetkan Angka Kemiskinan Turun Jadi 8,70% pada Akhir 2026, Ini Salah Satu Strateginya

Ilustrasi. (Foto: Insef)

Sukoharjonews.com (Semarang) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) manergetkan angka kemiskinan di wilayahnya turun menjadi 8,70 persen pada akhir 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan Jawa Tengah per Maret 2026 masih mencapai 9,21 persen.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. “Target kita ada diangka 8,70% di akhir tahun ini. Semoga ini bisa tercapai,” kata Taj Yasin, dilansir dari laman Pemprov Jateng, Minggu (27/9/2026).

Ia menjelaskan, salah satu upaya untuk menurunkan kemiskinan adalah dengan terus mengurangi ketimpangan antara jumlah kebutuhan rumah dengan ketersediaan hunian yang layak bagi masyarakat (backlog perumahan) di wilayahnya.

Berdasarkan data, hingga semester II tahun 2026, backlog perumahan di Jateng tercatat sekitar 990.000 unit. Angka ini menurun dibandingkan kondisi pada 2025 yang mencapai 1.332.968 unit. Pada 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten/ kota, Baznas, perusahaan-perusahaan, melakukan perbaikan sebanyak ratusan ribu unit RTLH di Jateng.

Taj Yasin mengatakan, sinergi dengan Baznas turut membantu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menangani backlog perumahan, sekaligus meningkatkan kualitas hunian masyarakat.

“Terima kasih kepada Baznas yang telah menyalurkan zakat kepada para penerima berupa perbaikan rumah tidak layak huni. Ini membantu kami di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” ucapnya.

Wagub berharap, proses perbaikan RTLH dapat segera selesai, sehingga masyarakat penerima manfaat bisa menempati rumah yang lebih layak. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar