Pemprov Jateng Perkirakan Produksi Padi Naik 5,5% di Tahun 2026 Ini

banner 468x60
Panen padi dengan alat mesin pertanian modern. (Ilustrasi)

Sukoharjonews.com (Semarang) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) memperkirakan produksi padi di wilayahnya pada 2026 naik hingga 5,5% dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares menjelaskan, produksi padi Jawa Tengah pada 2025 mencapai 11,36 juta ton GKP (gabah kering panen), atau 9,38 juta ton GKG (Gabah Kering Giling).

“Produksi itu kami perkirakan bisa meningkat 5,5% pada tahun ini,” paparnya, dikutip dari laman Pemprov Jateng, Sabtu (10/1/2026).

Ia melanjutkan, Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi penyangga pangan nasional. Kontribusinya terhadap kebutuhan pangan nasional sebesar 15% hingga 16%.

“Apa yang disampaikan Pak Presiden tadi capaiannya jelas, kontribusi kita sampai dengan 15%. Bahkan bisa lebih,” jelasnya.

Terkait optimisme pada 2026, Frans menegaskan, capaian tahun ini akan melampui tahun lalu.

“GKP kita pasang di tahun depan sebanyak 12 juta ton. Otomatis ini kalau kita tercapai, bisa lebih tinggi dari Jawa Barat, dan Jawa Timur,” tuturnya.

Frans menambahkan, surplus pangan di wilayahnya tidak hanya pada komoditas padi, sebanyak sembilan komoditas pangan yang menjadi indikator utama mengalami surplus, kecuali kedelai. Komoditas pangan yang menjadi indikator utama meliputi padi, jagung, cabai, bawang, tebu, kelapa, kopi, kakao dan kedelai.

Meski kedelai tidak mengalami surplus, Frans mengatakan, angka produksinya tetap tertinggi di Indonesia.

Frans menyampaikan, kedelai tidak mencapai surplus karena merupakan komoditas yang tidak mudah dikembangkan. Kedelai memerlukan kondisi khusus, antara lain tidak terlalu banyak air, tapi juga tidak boleh kekurangan air.

“Untuk petani yang belum pengalaman, tetap harus ada pendampingan,” lanjutnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menegaskan, pemerintah Provinsi Jateng berkomitmen mendorong ketahanan pangan nasional. Berbagai upaya dilakukan, agar produksi komoditas padi bisa mencapai target. Antara lain mengalokasikan APBD untuk infrastruktur pertanian dan penguatan kelembagaan petani. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *