
Sukoharjonews.com (Jakarta) – Pemerataan akses listrik ke seluruh pelosok Indonesia terus dipercepat Pemerintah. Melalui Program Listrik Desa (Lisdes), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero) menargetkan pembangunan infrastruktur kelistrikan di 1.285 desa hingga akhir tahun 2025.
Program ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memastikan keadilan energi bagi seluruh rakyat Indonesia. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa listrik adalah hak setiap warga negara.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa PLN siap menjalankan amanat Presiden dan Menteri ESDM untuk menuntaskan agenda pemerataan listrik hingga ke wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).
“Melalui listrik, perubahan besar dapat terjadi bagi masyarakat, mulai dari peningkatan taraf hidup, pertumbuhan ekonomi desa, hingga pembukaan lapangan kerja baru.
“PLN siap menjalankan amanat pemerintah untuk menerangi seluruh negeri tanpa terkecuali,” tegas Darmawan, dikutip dari laman KabarBUMN, Senin (20/10/2025).
Untuk mencapai target tersebut, PLN akan membangun infrastruktur berupa 4.770 kilometer sirkuit (kms) jaringan tegangan menengah, 3.265 kms jaringan tegangan rendah, dan 94.040 kilovolt ampere (kVA) gardu distribusi. Melalui proyek ini, lebih dari 77 ribu keluarga diharapkan dapat segera menikmati listrik.
“Ini bukan sekadar angka, tapi kehidupan yang berubah. Anak-anak bisa belajar malam hari, usaha kecil bisa tumbuh, dan desa jadi lebih sejahtera,” tambahnya.
Di Provinsi Sumatera Selatan, terdapat 11 desa yang termasuk dalam daftar lokasi Program Lisdes Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Tahun 2025. Sebanyak 7 desa di antaranya berada di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin, yaitu Desa Bandar Jaya, Desa Epil Barat, Desa Kepayang, Desa Mangsang, Desa Muara Merang, Desa Pangkalan Bulian, dan Desa Sako Suban.
Disisi lain, saat meninjau progres Program Lisdes dan penyalaan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Desa Bandar Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, Bahlil menyampaikan komitmen pemerintah untuk menghadirkan listrik merata hingga tahun 2030.
“Target Bapak Presiden Prabowo yang kami terjemahkan dalam arah kebijakan adalah penyelesaian pemerataan listrik di seluruh Indonesia pada 2029–2030,” ujar Bahlil.
Presiden Prabowo Subianto sendiri menargetkan 5.758 desa dan 4.310 dusun di seluruh Indonesia dapat segera terbebas dari kegelapan. Pemerintah memastikan program ini akan terus dipercepat agar seluruh masyarakat dapat menikmati terang yang sama serta memanfaatkan listrik untuk meningkatkan kualitas hidup.
Menurut Bahlil, pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah terpencil memang tidak selalu menguntungkan secara bisnis bagi PLN. Namun, negara tetap wajib hadir untuk menjamin pemerataan akses energi bagi seluruh warga.
“Jadi itu (melistriki desa) biayanya cukup tinggi, tapi negara harus hadir untuk memastikan itu (penerangan).
“Bapak Presiden sangat konsen untuk bagaimana bisa memberikan layanan listrik sebagai bentuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” paparnya. (nano)















Facebook Comments