Sukoharjonews.com (Jakarta) – Memasuki Triwulan II 2026 (April–Juni), Pemerintah melalui Kementerian ESDM menetapkan tarif listrik PT PLN (Persero) tetap alias tidak ada perubahan. Kebijakan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung daya saing industri nasional.
Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Tri Winarno, menyatakan keputusan tersebut telah melalui evaluasi parameter ekonomi makro sesuai aturan. Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir dan mengimbau penggunaan listrik secara efisien sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi.
Penyesuaian tarif listrik nonsubsidi sendiri mengacu pada Permen ESDM Nomor 7 Tahun 2024, dengan evaluasi tiap tiga bulan berdasarkan kurs, ICP, inflasi, dan HBA. Untuk periode ini, acuannya adalah data November 2025 hingga Januari 2026 yaitu kurs Rp16.743,46 per dolar Amerika Serikat, ICP USD62,78 per barel, inflasi 0,22 persen, serta HBA USD70 per ton.
Meski secara perhitungan terdapat potensi perubahan, pemerintah memilih mempertahankan tarif demi menjaga stabilitas ekonomi di tengah kondisi global. Kebijakan ini juga berlaku bagi pelanggan bersubsidi yang tetap tidak mengalami perubahan tarif.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa PLN siap menjalankan kebijakan Pemerintah sekaligus memastikan keandalan pasokan listrik bagi seluruh pelanggan, khususnya di tengah dinamika dan ketidakpastian kondisi geopolitik global.
“Di tengah kondisi geopolitik global yang dinamis, kami mengapresiasi langkah Pemerintah yang tetap menjaga stabilitas tarif listrik pada Triwulan II 2026.
“Kebijakan ini memberikan kepastian bagi masyarakat dan dunia usaha, serta menunjukkan kehadiran negara dalam menjaga daya beli dan daya saing nasional,” ujar Darmawan, dikutip dari laman KabarBUMN, Jumat (3/4/2026).
Sebagai tulang punggung ketenagalistrikan nasional, lanjut Darmawan, PLN berkomitmen untuk terus menjaga keandalan pasokan listrik dari hulu hingga hilir, serta memastikan layanan kelistrikan tetap optimal di seluruh wilayah Indonesia.
“PLN siap mendukung penuh kebijakan Pemerintah dengan terus menjaga keandalan sistem dan memperluas akses listrik yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat, serta meningkatkan efisiensi operasional,” tambahnya. (nano)
Tinggalkan Komentar