
Sukoharjonews.com (Jakarta) – Pembangunan ruas-ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Tahap II sebagai bagian dari upaya menyambungkan tulang punggung konektivitas Sumatera. Proyek yang dikerjakan oleh PT Hutama Karya ini mencakup Jalan Tol Palembang – Betung (Paltung) dengan tiga seksi, dan Jalan Tol Betung (Simpang Sekayu) – Tempino – Jambi (Betejam) dengan dua seksi.
Langkah ini menjadi tindak lanjut dari Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) yang telah ditandatangani sebelumnya. Ruas-ruas ini akan menghubungkan dua provinsi utama, Sumatera Selatan dan Jambi, sekaligus meningkatkan konektivitas regional.
EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, menekankan konstruksi dilakukan dengan pendekatan modern melalui digital construction.
“Konstruksi ruas-ruas ini kita lakukan secara bertahap pada triwulan keempat 2024 dengan mempertimbangkan unsur lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik,” terangnya, dikutip dari laman KabarBUMN, Sabtu (23/11/2024).
Tahapan pembangunan dirancang sesuai jadwal, dengan penyelesaian yang berbeda untuk tiap ruas. Misalnya, Seksi I dan II Jalan Tol Paltung ditargetkan selesai dalam waktu 16 bulan, sedangkan Seksi III membutuhkan waktu 12 bulan.
Proyek ini diproyeksikan memangkas waktu tempuh antarprovinsi secara signifikan, dari 5-6 jam menjadi hanya 2-2,5 jam. Efisiensi logistik dan distribusi komoditas seperti karet dan kelapa sawit juga akan meningkat.
Dengan adanya jalur ini, daya saing produk lokal di pasar nasional maupun internasional akan terangkat. Selain itu, kehadiran jalan tol ini membuka peluang kerja, mendukung pertumbuhan UMKM, dan menyediakan fasilitas rest area modern.
Lebih dari 70% ruang di rest area dirancang untuk pelaku UMKM guna memasarkan produk lokal. Jembatan Balance Cantilever di Sungai Musi menjadi salah satu fitur utama proyek ini, dilengkapi dengan modul Structure Health Monitoring System (SHMS).
Teknologi ini memungkinkan pemantauan real-time terhadap kekuatan struktur, baik selama konstruksi maupun operasional. Kehadiran teknologi ini memastikan standar keamanan yang tinggi.
Hingga kini, Hutama Karya telah membangun ±1.235 km jalan tol di Sumatera, mencakup ruas yang telah beroperasi penuh maupun dalam tahap konstruksi.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menegaskan pentingnya proyek ini untuk meningkatkan konektivitas dan mempercepat pertumbuhan ekonomi regional.
“Dengan terus berlanjutnya pembangunan Tol Trans Sumatera, kita dapat memberikan dampak signifikan terhadap pembangunan ekonomi dan sosial di seluruh wilayah Sumatera,” ujarnya.
Ketika selesai, Jalan Tol Trans Sumatera akan terhubung penuh dari Lampung hingga Jambi. Ini tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga memberikan akses lebih baik ke layanan pendidikan dan kesehatan. (nano)



Facebook Comments