
Sukoharjonews.com – Cheating day artinya hari yang biasanya diluangkan untuk berhenti berolahraga dan menambah kalori pada hari istirahat. Pelaku diet berencana mengadakan cheat day pada hari Minggu agar seseorang dapat mengonsumsi apa pun yang diinginkan.
Dilansir dari Fithub, Senin (21/1/2025), berbeda dengan cheating day, ada pula yang disebut dengan cheating meal. Cheating meal biasanya hanya disarankan untuk dilakukan satu kali makan pada waktu tertentu. Namun, cheating meal diperkenalkan untuk dilakukan pada siang hari agar menghindari kembung.
Cheating meal biasanya mengacu pada makanan yang tidak termasuk dalam rencana diet seseorang. Konsep ini tidak selalu mengarah pada makanan yang tidak sehat seperti burger atau milkshake, tapi bisa saja makanan yang jumlah kalorinya melebihi saran porsi dietmu.
Pengaruh Cheating pada Diet
Konsep cheating day dan cheating meal sama-sama bertujuan untuk memutus siklus makanan yang sama sekaligus melakukan reboot pada tubuh. Bergantung pada tujuan seseorang melakukan diet, salah satunya mungkin membawa pengaruh lebih baik.
Untuk tujuan menurunkan berat badan, mungkin kamu bisa menargetkan satu kali cheating meal setelah 10 hari diet untuk menghindari kebosanan. Namun, jika sudah yakin berat badan sudah stabil, cheating day juga dianggap sebagai salah satu hal penting yang diperlukan untuk memberikan sedikit efek kejut pada metabolisme tubuh kamu.
Cara Melakukan Cheating Day
1. Anggap sebagai “treat day”
Seorang ahli di bidang olahraga dan diet, Renee McGregor, mengungkapkan bahwa istilah cheating bisa saja membuat seseorang cemas atas proses dietnya. Hal ini disebabkan karena konotasinya lebih terkesan negatif sehingga banyak orang yang khawatir dan malah tidak menikmatinya.
Mengganti istilah menjadi “treat day” akan membawa kesan yang lebih positif. Emma Randall, seorang konsultan mindful eating juga mengungkapkan bahwa tidak ada makanan yang buruk selama kamu sadar atas jumlah dan intensitas konsumsinya.
2. Menikmati cheating day sebagai reward
Bagi sebagian orang, cheating day dapat memberikan efek psikologis yang positif. Beberapa orang cenderung merasa lebih mudah untuk mengikuti diet tertentu sambil menantikan waktu cheating.
Jika kamu bisa menganggap cheating day sebagai reward, hal ini tidak akan lantas membuat diri kamu tertekan atas pilihan pola atau menu makanan yang dipilih.
3. Kendalikan diri atas makanan berkalori tinggi
Melepaskan beban atas batasan-batasan tertentu pada diet bisa kamu anggap sebagai hal yang positif. Menurut seorang personal trainer, Scott Laider, waktu cheating boleh saja dilakukan asal dilakukan dengan masuk akal.
Akan lebih baik jika kamu bisa mengontrol makanan yang tinggi kalori seperti makanan tinggi lemak jenuh, garam, atau gula.(patrisia argi)



Facebook Comments