Sukoharjonews.com – Bagi masyarakat Sukoharjo, tentu sudah tidak asing dengan nama “Pecel Mboto” atau “pecel Mbotho”. Warung ini sudah berdiri cukup lama sejak tahun 1990-an dan masih bertahan hingga saat ini.
Lokasinya memang tidak berada di tengah kota namun cukup dekat. Dari simpang empat RSUD Sukoharjo ke arah timur sekitar 1 kilometer. Warungnya ada disisi selatan jalan tepatnya di Dukuh Jatirejo, Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo.
Warung pecel terbilang cukup legendaris dan tidak sepi pembeli. Sejak mulau buka pagi hari hingga sore warung pecel ini selalu diserbu pembeli tua-muda. Namun, bagi yang tidak suka pedas, mungkin tidak terlalu suka karena salahsatu ciri khas sambal Pecel Mboto adalah sedikit lebih pedas.
Pemilik Warung Pecel Mboto, Tri warung ini buka setiap hari dari pukul 06:00 WIB sampai 15:00 WIB. Untuk hari-hari biasa, dirinya bisa menghabiskan 30 kilogram (kg) beras. Bahkan, saat hari libur bisa menghabiskan lebih banyak lagi.
“Warung ini sudah ada sejak saya kecil dan saya hanya meneruskan usaha bapak saya, yakni Pak Mboto,” ujarnya, Rabu (20/12/2023).
Soal harga, tidak perlu ditanya lagi. Ramainya warung selain rasa pecelnya yang “maknyus” juga karena harganya murah. Harga per porsinya mulai dari Rp5000 dan selanjutnya tergantung lauk yang dipilih. Apakah, telur, kepala ayam, daging ayam, dan lainnya.
Soal cita rasa, jangan ditanya lagi karena selama ini Pecel Mboto punya ciri khas rasa sambal, yakni pedas dan gurih. Bahkan, Tri juga melayani pembelian sambal saja sehingga bisadigunakandi rumah.
Salah satu pelanggan Pecel Mboto, Maulana mengaku suka dengan rasa sambalnya yang sedikit lebih pedas. “Saya sudah jadi pelanggan pecil disini (Pecel Mboto). Selain rasanya mantap, harga juga terjangkau,” ujarnya. (abid-mg5/nano)
Tinggalkan Komentar