Pascabencana Aceh, PLN Percepat Pemulihan Jalur Listrik Langsa–Pangkalan Brandan

Di tengah medan yang berlumpur, petugas PLN melakukan perakitan tower darurat di jalur transmisi Langsa-Pangkalan Brandan. (Foto: Dok. PLN)

Sukoharjonews.com (Jakarta) – Pemulihan infrastruktur kelistrikan terdampak banjir di Aceh terus dipercepat oleh PT PLN (Persero). Fokus utama pekerjaan saat ini berada pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Langsa–Pangkalan Brandan yang menjadi penghubung penting dalam sistem kelistrikan Aceh.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, turun langsung meninjau dan memimpin percepatan pemulihan, sekaligus memastikan seluruh sumber daya dikerahkan dengan optimal. Ia menekankan bahwa keberhasilan pemulihan sangat bergantung pada kerja sama dari berbagai pihak.

“Tim PLN bekerja tanpa henti meskipun di tengah cuaca tidak bersahabat. Mereka harus melewati jalur berlumpur, membawa material secara manual, dan memastikan setiap pekerjaan aman.”

“Kami juga menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat yang memberikan dukungan penuh sehingga progres perbaikan bisa berjalan baik,” terang Darmawan, dikutip dari laman KabarBUMN, Sabtu (13/12/2025).

Banjir dan pergeseran tanah yang terjadi sebelumnya menyebabkan lima tower SUTT ambruk dan tujuh tower lainnya mengalami kerusakan pada jalur transmisi Langsa–Pangkalan Brandan. Kondisi ini membuat sistem kelistrikan Aceh terputus dari jaringan besar Sumatra dan menuntut langkah pemulihan segera.

Untuk mempercepat recovery, PLN mengerahkan 1.476 personel dari berbagai unit di seluruh Indonesia. Mereka tersebar dalam berbagai tugas, mulai dari membangun kembali tower di jalur transmisi, memperbaiki jaringan distribusi hingga dukungan logistik dan armada agar pekerjaan bisa berjalan tanpa hambatan.

General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera (UIP3BS), Amiruddin, menyampaikan bahwa seluruh pekerjaan dilakukan tanpa henti dengan sistem shift agar proses pemulihan berjalan lebih cepat.

“Saat ini tim di lokasi secara terus menerus 24 jam bekerja membangun tower darurat dan melakukan modifikasi untuk perbaikan tower yang rusak,” ujar Amiruddin. Selain mengerahkan personel internal, PLN juga bersinergi dengan TNI, terutama Marinir Batalyon 8 Pangkalan Brandan, yang memberikan dukungan pengamanan, mobilisasi personel, serta akses logistik ke lokasi yang sulit dijangkau.

Kolaborasi ini menjadi elemen penting yang memperkuat percepatan pemulihan infrastruktur transmisi di wilayah terdampak.

“Prioritas utama kami adalah memastikan penormalan secepatnya. Tim gabungan terus bekerja, meski medan sulit dan cuaca tidak bersahabat, untuk mengembalikan keandalan sistem kelistrikan di Aceh,” tambah Amiruddin. PLN mengajak seluruh pihak untuk memberikan dukungan agar pemulihan dapat berlangsung lebih cepat.

Seluruh langkah yang ditempuh merupakan bagian dari upaya memulihkan kembali keandalan pasokan listrik di Aceh seiring perbaikan infrastruktur yang terus dikebut. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar