Sukoharjonews.com – Pasar Jamu Nguter terletak di Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo. Saat ini, pasar tradisional yang banyak menjual bahan jamu dan produk jamu tradisional tersebut masih menjadi magnet utama bagi masyarakat lokal dan luar kota.
Pasar ini telah lama dikenal sebagai pusat penjualan berbagai ramuan herbal dan rempah-rempah alami yang dipercaya mampu menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Pasar ini telah direvitalisasi oleh Pemkab Sukoharjo pada tahun 2013 silam.
Pascarevitalisasi, kondisi pasar tidak lagi kumuh. Bangunan pasar terlihat baru dengan faslitas yang bertambah pula. Di pasar ini juga terdapat “Kafe Jamu” yang diresmikan oleh Menko PMK Puan Maharani waktu itu.
Kafe jamu tersebut menawarkan minuman sehat berbasis herbal untuk menarik minat kaum muda untuk tetap dekat dengan tradisi. Setiap pagi, pasar dipenuhi oleh para pedagang yang menawarkan beragam jamu, mulai dari kunyit asam, beras kencur, hingga ramuan-ramuan khusus untuk kesehatan tubuh, daya tahan, dan kecantikan.
Menurut beberapa pedagang, meskipun zaman terus berubah, minat masyarakat terhadap jamu tidak luntur. “Banyak yang masih mencari jamu untuk menjaga daya tahan tubuh, apalagi setelah pandemi. Orang jadi lebih sadar kesehatan,” ujar Sri, salah satu pedagang, Selasa (24/9/2024).
Selain menjual jamu tradisional, pasar ini juga menyediakan empon-empon seperti kunyit, jahe, kencur, temulawak, dan lainnya yang dapat digunakan untuk membuat jamu sendiri di rumah. Hal ini menarik minat banyak pengunjung, terutama di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan alami.
Namun, di tengah popularitasnya, para pedagang di Pasar Jamu Nguter berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah dalam hal promosi dan infrastruktur pasar. “Kami berharap pemerintah bisa lebih banyak membantu dalam memperkenalkan jamu ke generasi muda dan juga memperbaiki fasilitas pasar,” ungkap pedagang lain di pasar tersebut.
Meskipun persaingan dengan produk kesehatan modern cukup ketat, Pasar Jamu Nguter tetap berdiri tegak sebagai salah satu ikon penting dalam pelestarian warisan budaya Indonesia di bidang jamu tradisional. Pemerintah Kabupaten Sukoharjo juga terus mendukung keberadaan pasar ini dengan berbagai program promosi dan pelatihan bagi para pedagang.
Upaya Pemkab Sukoharjo untuk melestarikan jamu tradisional salah satunya dengan kewajiban minum jamu bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap Jumat pagi. (mg-02/nano)
Tinggalkan Komentar