Pasangan Etik Suryani-Agus Santosa (EA) Dapat Kekuatan Baru Dari Golkar dan NasDem

Ketua DPC PDIP Sukoharjo, Wardoyo Wijaya secara simbolis menerima rekomendasi dari Ketua DPD II Partai Golkar, Giyarto, Senin (31/8/2020).

Sukoharjonews.com (Bendosari) – Pasangan Etik-Suryani-Agus Santosa (EA) mendapat kekuatan baru dalam Pilkada Sukoharjo 9 Desember mendatang. Setelah Partai Demokrat, giliran Partai Nasional Demokrat (NasDem) dan Partai Golkar memberikan dukungan dengan memberikan rekomendasi. Masuknya Golkar dan NasDem menjadi partai ketiga selain PDI Perjuagan (PDIP) yang akan mengusung pasangan EA.



“Rekomenasi dari Partai NasDem keluar tanggal 24 Agustus dan diserahkan di Semarang, sedangkan dari Golkar tertanggal 28 Agustus dan diserahkan di DPP Partai Golkar Jakarta pada Minggu kemarin,” jelas Ketua DPC PDIP Sukoharjo, Wardoyo Wijaya di Kantor DPC PDIP Sukoharjo, Senin (31/8/2020).

Wardoyo yang juga Bupati Sukoharjo mengatakan, saat ini tinggal PKB yang belum mengeluarkan rekomendasi. Dia berharap rekomendasi dari PKB tinggal menunggu waktu dan optimis akan diberikan pada pasangan Etik Suryani-Agus Santosa. Nantinya, ujar Wardoyo, semua partai akan menjadi partai pengusung, tidak hanya sebagai partai pendukung dalam Pilkada mendatang.

Disinggung soal pengurus DPD Partai NasDem mundur karena rekomendasi diberikan pada EA, Wardoyo enggan mengomentari masalah tersebut. “Itu masalah internal Partai NasDem sehingga bukan ranah saya untuk mengomentari. Yang jelas, rekomendasi NasDem untuk EA, bukan yang lain,” tandasnya.

Sedangkan Ketua DPD II Partai Golkar Sukoharjo, Giyarto mengatakan, rekomendasi yang diberikan oleh DPP Partai Golkar senada dan seirama dengan aspirasi dari DPD II Partai Golkar Sukoharjo. Pasalnya, Golkar Sukoharjo sesuai hasil rapat pleno sudah memutuskan untuk mendukung pasangan Etik-Agus. “Apa yang jadi keputusan DPD II Sukoharjo kami sampaikan ke DPW Provinsi yang juga mengajukan pasangan EA untuk mendapat rekomendasi,” ujarnya.

Giyarto yang didampingi pengurus Golkar lainnya juga mengatakan, internal Golkar harus menaati keputusan tersebut untuk bersama-sama berjuang memenangkan Etik-Agus. Kalau ada yang berbeda, ujar Giyarto, ada sanksi organisasi sesuai aturan yang ada di Golkar. Selanjutnya, DPD II Partai Golkar akan melakukan sosialisasi ke tingkat bawah terkait keputusan tersebut.

“Ini tugas partai, bukan tugas saya, Pak Sardjono, Pak Agus maupun Pak Jaka, dan lainnya. Kalau sudah jadi keputusan partai, pengurus dan kader harus menaatinya,” tegas Giyarto. (erlano putra)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *